Sabtu, 26 Januari 2013

Dalam Mimpi ada Hati yang di Titipkan

Rektor UiTM Perlis and Delegates from Indonesia 

Tanggal 20 Januari 2013, takdir mempertemukanku kembali pada sebuah kesempatan dan kebanggaan. Dan untuk kesekian kalinya, selalu saja aku tak percaya bahwa ini benar-benar terjadi padaku. 

Aku harus berangkat dari Bogor tanggal 19 Januari pukul 21.00, tapi sampai sore hari koperku masih tetap kosong. Segala hal yang harus dibawa juga belum aku persiapkan, sepatu pantofel, wearpack, jas lab, nametag, name card, dan beberapa hal lainnya. 

Sore itu aku malah berkunjung ke tempat rekan ku yang juga akan berangkat, melihat-lihat dia mempersiapkan keberangkatan nanti malam sambil membaca majalah terbaru di kasurnya. Aku memang selalu begini, selalu saja lebih menyukai merenung dari pada melakukan banyak hal yang sebenarnya harus segera di tuntaskan. 

Aku hanya ingin tenang. Bahkan seakan ingin berteriak-teriak saja semalaman atau lari-larian mengelilingi jalan setapak bumi sejauh yang aku bisa, hanya ingin mengatakan bahwa aku besok akan terbang ke luar negeri untuk kali kedua. 

Kau pernah bermimpi kan? Seperti mimpi bahwa sore nanti akan dapat undian tak terduga berupa sebuah mobil CR-V silver, dan itu benar-benar terjadi. Ah, mungkin kalau belum  pernah merasakan contoh serupa, analog ini tak begitu terbayang. Namun seperti itulah rasanya Blog. 

Buatku, kesempatan mengikuti internship  program ini adalah sesuatu yang besar dan buatku juga aku adalah sesuatu yang kecil. So sesuatu yang kecil mendapatkan sesuatu yang besar adalah fenomena menakjubkan. Begitulah setidaknya formasi rasa yang sekarang mengembun dalam dada.

Dalam mimpi ada hati yang di titipkan, sebanyak apa hati yang kita titipkan untuk si mimpi tercinta, seberapa yakin kita dengan mimpi itu. Kalau tak yakin namun ternyata benar-benar terjadi, mungkin jadinya akan seperti ku yang berguman tak percaya berulang kali, menepuk-nepuk pipi memastikan kalau ini bukan mimpi. Dan jutaan rasa lainnya, bahwa satu hal yang mampu diterjemahkan dengan baik oleh pikiran, bahwa hidup itu indah seindah diri kita saat ini.

Dulu, semasa kita pernah ikut lomba matematika mewakilli SD, atau lomba adzan pada saat perayaan maulid Nabi Muhammad, panggilan giliran tidak hanya nama kita saja, tapi juga SD almamater dimana kita sekolah. Di arena perlombaan akan banyak sekali peserta lomba, dan saat kita berkenalan maka minimal ada dua hal yang ditanya, "siapa namamu?" dan   "dari sekolah mana?". So, baik buruknya prestasi dan tingkah laku kita selama di perlombaan itu, maka tak akan jauh beda penilaian orang tentang sekolah seperti dia menilai kita. 

Dulu juga, saat mewakili kota atau bahkan provinsi dalam ajang olimpiade sains dan pekan olahraga, kadang malah menyebutkan kota atau provinsi asal sebelum menyebutkan nama atlet. U know, saat itu harga diri, prestasi, nama baik kota/provinsi itu ada di tangan altlet. Kurang lebih seperti itu makna dari kontibusi menjaga nama baik almamater.

Aku sadar akan hal ini, sadar saat sore itu bahwa besok aku akan mengenalkan nama dan negara. menyebutkan nama dan negaraku selepas dia menyebutkan nama dan negaranya. kami bilang India ramah karena orang India yang kami temui memang ramah. Atau Thailand, mereka senang membatu karena itulah yang memang kami dapatkan dari kawan Thailand. Dan seperti apa Indonesia? Jawabannya ada di mereka, sepulang kawan kami kembali ke negaranya masing-masing, mereka akan menceritakan Indonesia sebagaimana yang mereka dapatkan dari kami.

Mak, ini anakmu yang sudah berusaha membawa nama negara berkat tahajudmu, berkat semua doa-doamu. Thanks for amazing Mom. Thanks for UiTM Perlis for a great experience and others. Thanks for SEAASS-Net, Life Must Go On. Mari melanjutkan kembali.
Read more

Senin, 21 Januari 2013

Bertemu saudara se-Tanah Air di KLIA

Ikhwan, Hafidz, dan Shufia in KLIA
LIMA jam sejak kedatangan kami ke Kuala Lumpur International Airport (KLIA) belum ada satu butir nasi walau sekedar menyenggol lapisan bagian dalam lambung kami. Padahal, kami terakhir kali makan subuh kemarin (20/01). Miris!

Hanya 4 orang pemberangkatan pertama delegasi IPB, Achmad Zainuri, Shufia El Tsaura, Hafidz Ilman Albana, dan Aku. Pesawat kami take off pukul 11.40 WIB dan sampai ke KLIA pukul 15.40 WITA. Delegasi selanjutnya adalah 13 orang sisanya akan tiba di KLIA pukul 12 malam WITA. Sialnya, bis yang akan mengantarkan kami ke tempat tujuan yaitu Universiti Teknologi MARA (UiTM) Arau, Perlis hanya akan berangkat kalau kami sudah lengkap 17 orang, dan suka tak suka, mau tak mau kami berempat harus menunggui mereka dulu.

Bosan menunggu, lapar menginterogasi tiap detik. Hawa yang sedikit lebih dingin dari negara kami membuat kami mencari tempat makan yang paling murah--duit yang kami bawa pas-pasan ini memang harus di menage sebaik-baiknya karena pihak sponsor tidak menanggung biaya makan kami sehari-hari.

Trowongan kecil, KLIA Lt.3
Bandara KLIA ini ada 5 lantai. Seperti Mall-mall yang ada di kota kelahiranku atau di kota tempat ku kuliah. Kalau di kota kelahiranku seperti Balikpapan centre atau seperti Bogor Trade Mall di Bogor. Survei pun kami lakukan, jelajah kios demi kios, setiap mata memandang serentak otak kami bermain untuk mengalikan angka harga RM (Ringgit Malaysia) ke Rp (Rupiah). RM 1 biasanya setara dengan 3.200 - 3.400 rupiah.

Akhirnya, pencarian kami berhenti pada lantai 2 di kios nasi campur milik Bu Nur Hayati. Awalnya, kami pasrah dengan harga yang sudah terdaftar di dinding, namun semua kenyataannya tidak sepahit kopi hitam aceh kawan. Bu Nur Hayati ternyata orang Jawa asal daerah Banyuwangi. Alhasil seperti layaknya anak sendiri, kami diberi harga murah untuk satu porsi pesanan.

Foodcort Lt.3
Temanku yang seharusnya membayar RM 7.80 yang tertera pada layar harga seperti di kasir-kasir toko Indonesia mendapat diskon dan hanya membayar RM 6.80, sedangkan aku dan kawanku Somad yang sejak tadi ngobrol dan bercakap-cakap santai dengan Bu Nur mendapatkan diskon dari RM 10.40 menjadi RM 5.60. Ibu ini seperti merasa pulang kampung ke negara tercinta karena kehadiran kami. Bahkan, obrolan ku dan shomad sampai terasa terlalu lama, hafidz dan shufia sudah makan duluan di salah satu meja.

Kuliner disini tidak seperti di Jawa Barat, kalau setiap warung makan disediakan minum. Air mineral 600 ml dihargai RM 1.20, mahal sekali bukan kalau di hitung rupiah, sekitar 3.500 rupiah. Tapi malam itu, aku dan shomad kembali lagi mengunjungi kios nasi campur dan dengan senang hati Bu Nur memberiak sebotol air putih, tentu saja gratis. haha.

Bu Nunu, Shomad, dan Bu Susi
Sebenarnya bukan permasalahan gratis dan diskonnya yang kami katakan itu anugrah, namun karena kami memiliki saudara setanah air yang memang peduli dengan anak bangsanya. Lain Bu Nur, lain pula dengan Bu Susi dan Bu Nunu, beliau berdua adalah cleaning service foodcort ini, sepertinya juga sama seperti Bu Nur, Bu Susi dan Bu Nunu senang sekali mengobrol bersama kami di salah satu meja. Banyak hal yang kami tanyakan, mulai dari nasib TKI, pengalaman kerja disini, transportasi dari KLIA ke Menara kembar petronas, sampai bagaimana cara bisa nelpon murah ke Indonesia. Bu Susi ternyata berbaik hati dengan memberikan simcard yang tidak digunakannya dan diberikan ke kami, masih ada pulsanya RM 9.35 setara dengan 31.000 rupiah. Bu nunu minta di fotokan dan minta tolong fotonya di tag ke anaknya lewat fb. Sabar ya bu, fotonya sudah saya upload, tinggal di konfirm saja sama anak Ibu, di foto itu juga sudah saya kasih keterangan salam kangen dari Ibu.

At Least, kami iseng buat foto bareng, semoga kebaikan para srikandi-srikandi di negeri jiran ini dibalas Allah berlipat ganda.
Depan kios nasi campu Bu Nur


Read more

Minggu, 20 Januari 2013

Goresan Santri IPB dalam GPS-JB


Kali ketiga sejak kedatanganku ke kampus rakyat ini, GPS-JB menjadi satu momok tersendiri. GPS-JB adalah Gebyar Prestasi Santri-Jawa Bali yang akan diadakan pada bulan maret 2013 nanti. Kegiatan yang meningkatkan skill para santri se-Jawa Bali ini di ramu dengan beberapa perlombaan. Persaingan ketat dari seluruh pesantren undangan yang diseleksi hingga mampu menembus semifinal dan berhak berkunjung ke Kampus IPB Dramaga. Dulu, kegiatan ini pertama kali diadakan dengan nama PSBN (Pekan Santri Berprestasi Nasional) pada tahun 2011 dengan konten dan konsep kegiatan yang tidak jauh berbeda dengan GPS JB kali ini, dan setahun lalu nama PSBN berganti menjadi GPSN (Gebyar Prestasi Santri Nasional) sebelum menjadi GPS JB seperti sekarang.

Lomba yang di ditawarkan kepada ratusan hingga ribuan santri ini berupa Lomba Cepat Tepat (LCT) dari berbagai materi bidang IPA, IPS, dan Agama. Kemudian ada Lomba Tilawah yang akan menguji ketangkasan santri-santri dalam membaca ayat Al-Qur'an dengan nada merdu nan indah, Lomba seanjutnya yaitu Lomba Pidato Berbahasa Inggris, Waah, emang anak santri bisa bahasa inggris?  hmm..jangan salah, kebanyakan pondok pesantren yang tersebar di seluruh penjuru bumi Indonesia ini rata-rata menerapkan bilingual language untuk bahasa sehari-hari. Toh, dulu sewaktu saya nyantren juga demikian, maybe lebih baik daari pada sekolah umum yang diluaran sana, karena practice makes perfect.  Kami mempraktikkannya, itu kuncinya. Jutaan kata-kata bijak, milyaran petuah-petuah ilmu akan basa basi selama masih tesimpan di hipotalamus, keluarkan, buat jadi nyata dan itu yang lebih berharga.

Bukan hanya Lomba Pidato Berbahasa Inggris, namun juga ada Lomba Pidato Berbahasa Arab, sepertinya akan seru sekali melihat anak-anak seumuran SMA yang sudah mampu berbicara didepan publik dengan berbahasa arab, so great!

Lomba yang lainnya adalah Lomba Kaligrafi yang pasti akan mengasah keahlian seni santri, selain baca qur;an tiap hari jangan ragukan kemampuan seni santri, ternyata banyak sekali yang punya keahlian dalam melukis, terutama kaligrafi. Lihat saja nanti puluhan karya yang akan mereka hasilkan di ajang GPS JB ini.

Terakhir adalah Lomba Tahfidz atau lomba menghapal ayat-ayat Al-Qur'an. Menguji kualitas bacaan dan hapalan yang dimiliki masing-masing santri. Luar biasa ya kalau saja kita termasuk orang-orang yang mampu menghapal Al-Qur'an. Setahu saya barang siapa yang menghapal Al-Qur'an, maka di hari akhir nanti di izinkan menarik 10 orang penghuni neraka untuk masuk kedalam surga bersamanya. Kalau ini salah mohon koreksinya.^^

Semua hal terkait kegiatan perlombaan GPS JB ini dan informasi lebih lanjut bisa mengubungi panitian melalui website CSS MoRA IPB yaitu cssmoraipb.com, disana kalian akan menemukan informasi lebih lanjut terkait lomba ini.

Kamu Santri? Please join this.
Read more

Sabtu, 19 Januari 2013

Inspirasi in GALAU time


WUI is Inspiring...
Kita lihat saja nanti, Alexandria akan menyambut kami bertiga


Judul atau tema? Entahlah...itu teori. Aku belum punya ide menulis tentang apa. Tentang cinta? yang begitu banyak menarik perhatian anak muda, atau tentang persahabatan? Misalnya kisah dari tiga kawan yang tanpa sengaja dipertemukan dalam suatu kejadian, berjuang bersama untuk suatu keberhasilan, namun akhirnya berpisah, sebelum berpisah berjanji akan bertemu disuatu tempat untuk berkumpul kembali dan menceritakan kisah-kisah indah yang merekan rajut bersama.  Dan akhirnya meamng benar-benar bertemu, Happy Ending.

Kalau tidak, mungkin kisah dari pengorbanan seseorang untuk seseorang lainnya. Misalnya pengorbanan paman terhadap keponakan perempuannya, paman tersebut rela untuk mendampingi segala kesusahan yang dialami keponakannya walau si keponakan selalu lupa pamannya saat ia mendapat kebahagiaan, paman tersebut sebagai profil yang sabar dan tau balas budi, ia melakukan kebaikan yang teramat sangat kepada keponakannya karena dulu ayah keponakannya telah menyelamatkan nyawanya dan keluarganya. 

Hemm..ide bagus. Tapi...bagaimana  kalau tentang seseorang. Misal menceritakan si Jono. Jono anak miskin yang lahir dari dusun tertinggal, namun menjadi pria sukses di tengah persaingan kota megah Paris. Cerita tentang takdir yang mampu diubah karena suatu keinginan yang kuat dari seorang Jono yang terbiasa makan petai dan nasi akik. Ia menyeret dirinya dari kubangan kemiskinan desa di pelosok nusa tenggara, sekarang berdiri di jejeran pengusaha ternama di kota mode dunia tersebut. Bisa aja ntar di kasih judul : Jono, Nasi akik, dan Eiffel , atau apalah yang jauh lebih keren dan persuasif.

Setelah sholat isya semalam, aku fikir bagusnya proyek menulis ini dibagi menjadi proyek jangka pendek dan proyek jangka panjang. Untuk proyek jangka panjang yaitu menulis buku novel tentang 3 sahabat, karena kebetulan aku punya dua sahabat karib yang cocok untuk dijadikan inspirasi, nantinya sebagian bahan tulisannya adalah pengalaman nyata, aku posting sepotong-sepotong di blog yang nanti akan dikembangkan lagi dan digabungkan. Untuk jangka pendeknya, aku menulis tulisan seperti opini yang nanti aku kirim ke surat kabar atau majalah-majalah atau juga buat press release semua kegiatan di Fakultas Peternakan yang nanti akan di muat di Trobos, lumayanlah.  

Saat ini aku ngegalau. Harusnya aku packing dan mempersiapkan segalanya untuk keberangkatanku mengikuti Internship Program dan Annual Meeting SEAASS-Net di UiTM Perlis, Malaysia. Jam 17.00 sore nanti aku sudah harus meninggalkan kota hujan Bogor dan bertolak ke kota banjir Jakarta. Jadwal keberangkatanku besok jam 11 pagi. Kami khawatir ketinggalan pesawat karena kondisi banjir di Jakarta yang beberapa hari ini sangat menghawatirkan. Tambahnya, temanku yang mahasiswa asing asal Malaysia kemarin juga ketinggalan pesawat akibat bus damri yang gak bisa sampai di airport tepat waktu karena terjebak macet karena banjir.

But, sampai aku posting cacatan gak jelas ini, koper ku masing kosong belum diisi. Barang-barang masih berserakan. Entah kenapa gak ada mood sama sekali buat segera ngepacking barang. Haduh, ngegalaaaaau. -_-"
Semoga semangat segera datang. Haha
Read more

Jumat, 18 Januari 2013

Senja di Sore itu

ATM Center Kampis IPB Dramaga
Pukul 16.30 WIB Oktober 2012 Minggu terakhir
''Okeey, yang sudah selesai segera dikirim di LMS, yang belum selesai bisa menyelesaikannya di kontrakan masing-masing dan jangan telat ngirim, waktunya habis, kita harus segera pulang", perintah Ismail, asisten mata kuliah forsumku.

Ku buka link pengiriman tugas ke 5, browse-document-ikhwan forsum-upload-finish. Aku sudah menyelesaikannya sebelum waktu habis. Segera ku ambil tas ku, dan jadi yang paling pertama keluar di LCC. Sampai di parkiran, raut wajah langit perlahan berubah, semakin menit semakin terliahat suram. Dua menit meninggalkan parkir rintik-rintik hujan seketika memenuhi kaca helm ku. Tanpa pikir panjang, berputar arah dan menuju atm centre. Itu tempat teduh terdekat dan sekaligus bisa refill dompet yang hampir kering.

Ini akibat karena sejak beberapa hari lalu aku selalu mengulur-ngulur waktu untuk sekedar membeli raincoat. Setidaknya, hujan berkurang keganasannya hingga akku sampai di atm centre. Lima orang yang antri di depanku, dan menghabiskan setengah jam samapi giliranku tiba.

Orang kelima keluar, aku masuk dengan sesegera mungkin mengambil duit dan langsung keluar. Tak tega aku melihat antrian yang begitu panjang dan tak beraturan karena hujan yang bertambah deras. Sepertinya, ibu-ibu yang antri paling belakang itu tersiksa akibat cipratan hujan. Baju coklat dan celana hitam yang aku kenakan juga sudah sejak tadi tempias oleh hujan.

<masukkan card>-<tekan pin>-<******>-<pilihan lain>-<penarikan tunai>-<transaksi sukses>-<keluar>-<ya>. Secepat kilat aku buka pintu keluar dan cessss....aku melihat dia yang sedang menunggu hujan reda.

Dia si jingga hitam. Si Berandal kampus, Roy.
Read more

Kamis, 17 Januari 2013

Attend the Lecture about Deer

Aduh, sudah dua hari tidak poting tulisan di Blog. Padahal beberapa hari lalu meniatkan one day one post. Tak apalah, setidaknya hari ini bisa kembali lagi menulis. Penulis itu menurutku dilihat dari seberapa banyak ia menulis, bukan seberapa bagus yang ia tulis. Karena standar bagus itu bahkan tidak ada sampai hari ini. Sejauh kita menyenanginya dan terus menulis, sejauh itu pula kita terus menapaki langkah perjalanan menjadi penulis. Mungkin yang berbeda adalah ketika menjadi penulis komersial, bagus tidaknya tulisan di ukur dari seberapa laku tulisannya, seberapa menariknya tulisannya, dan seberapa banyak masyarakat yang mau mengeluarkan kocek untuk bisa menikmati kata per kata yang telah diciptakannya.

So, lupakan apapun itu dibelakang tulisan. Menulislah, tulislah sebanyak dan sebisa kita. 
Okey, muqodimmah-nya udah sampai situ aja ya. Hmm..hari ini aku lagi kuliah khusus tentang Rusa. Pesertanya VIP (Very Important Person), haha. Cuma 15 orang dan akhirnya kami kuliah di ruang sidang Fakultas. Kuliah ini adalah pembekalan kami yang nanti akan melakukan kunjungan penangkaran dan peternakan rusa di Malaysia nanti. Baik sekali wakil dekanku yang mempersiapkan kuliah ini. Tadi kami memanfaatkan sebaik-baiknya. Makasih ya Pak Yamin, that's very kind of You. Semoga umurnya berkah dan menjadi orang yang berguna buat bangsa dan agama. ^^   
Peternakan Rusa di NTT
 Rusa ini adalah ternak ruminansia ternyata, dan aku baru tau :P, karena sejak masuk Fakultas Peternakan kami tidak mempelajari ternak yang awalnya liar ini. Mungkin kalau pengetahuan yang diluar dari kurikulum Fakultas, kami di tuntut untuk otodidak belajar dan mencari pengetahuan sendiri di perpustakaan ataupun lewat internet.

Ternak ruminansia yaitu ternak yang mamalia yang memiliki 4 perut. Biasa juga disebut ternak poligastrik (poli : banyak ; gastrik : perut). Kalau manusia hanya ada lambung, namun pada ternak ruminansia ada yang disebut dengan rumen, retikulum, omasum, dan abomasum. Masing-masing perut dari ruminansia ini punya fungsi tersendiri, kalau mau tau lebih lanjut, bisa datang ke perpustakaan terdekat atau cari info lebih lanjut di internet. 

Sedihnya, populasi rusa di Indonesia lebih banyak jantan daripada betina. 60% kelahiran adalah jantan, padahal sex rasio jantan : betina itu minimal 1:5. So, di Indonesia faktanya tidak menggunakan teori yang ada, toh 1:3 untu jantan banding betina saja susah.

Namun ada usaha untuk meningkatkan tingkat kelahiran betina, yaitu dengan pemberian pakan yang mengandung lebih besar basa. karena kromosom Y yang merupakan bakal pembentukan embrio jantan sangat rentan terhadap basa. Artinya dengan meningkatkan basa berarti akan menurunkan jumlah kromosom  Y, dengan berkurangnya kromosom Y, akhirnya akan bersisa koromosom X. Sehingga akan lebih banyak presentase kromosom XX yang merupakan bakal embrio betina. Ini kata Pak Pujo Setio, narasumber tadi yang kata-katanya sempat aku rekam ke buku catatan.

Selain itu, hal ini juga sudah di teliti. Di Ujung Kulon yang juga memiliki Litbang Penangkarang Rusa, disana rusa lebih banyak memakan dedaunan di bandingkan rumput, dan pada penelitian pakan (dedaunan) tersebut, kandungan basa pada dedaunan cukup tinggi sehingga memang popolasi rusa disana banyak betina.

You know apa yang khas pada rusa? Tanduk. Iyaps, benar sekali. Rusa adalah hewan bertanduk yang sangat unik. Tanduk itu biasa disebut rangga. Rangga ini baru mulai tumbuh sejak rusa menginjak umur setahun, setelah mulai tumbuh rangga tidak akan langsung bercabang, namun akan tumbuh lurus saja setelah itu patah. Itu disebut dengan rangga muda, setelah patah sekali rangga akan mulai tumbuh kembali, selang beberapa bulan tumbuhnya rangga kedua, maka rangga ini baru akan mulai bercabang tetapi masih lunak dan masih terlihat pembuluh darahnya. Setelah kurang lebih beberapa bulan, rangga akan mengeras. Nah rangga ini akan sangat berbahaya ketika sudah mengeras. karena rusa akan lebih percaya diri untuk berkelahi dengan rusa lainnya, seain itu juga bisa merusak pagar atau bahkan membahayakan manusia.

Sejauh ini, peternakan rusa memang belum mendapatkan perhatian lebih dari beberapa ternak lain. Karena angka komersialnya lebih rendah dibanding dengan sapi, kambing, atau unggas dan beberapa ternak lainnya. Semoga kedepan dunia rusa akan semakin baik. Terima kasih Pak Pujo atas kuliahnya hari ini, bermanfaat sekali. C u Soon Blog, Love You Deers.


Read more

Senin, 14 Januari 2013

PSDM Super Pendecs : Persimpangan yang Sempurna

Dibawah rasa balas budi atas kemurahan hati Kementrian Agama RI, dibawah tanggung jawab moral untuk menjadi salah satu kontributor CSS MoRA IPB, dibawah gerakan hati bahwa bergabungnya kami adalah kompensasi atas beberapa kelebihan yang tak dimiliki oleh yang lain, dan diatas rasa kekeluargaan, cinta, komitmen, sense of belonging, kenyamanan, dan kasih sayang PSDM Super Pendecs terbentuk.

Aku pernah menuliskan sesuatu di blog jadulnya PSDM, yang aku tulis di awal kepengurusan :

 "Inilah dia harapan baru PSDM 11/12, Enam belas pasukan yang siap tempur untuk satu periode ke depan .. kolaborasi indah nan rupawan bagai kontemplasi pelangi yang agung.
Membawa Kapal PSDM Bersinergi ke pulau-pulau yang menjadi sasaran sejak awal terbentuk. 
Personil Mahadahyat PSDM Super Pendecs 11/12
Di nahkodai oleh kapten 'Kapal' Ikhwan Ibnu Arbi (47) dengan pakar tulis menulis, notulensi, dan administrasi Kadwati (46) dan Fera Nur Aini (47). Tak kalah penting 'the special treasurer of psdm' kali ini dipegang oleh Asri Lestari Rosdiana (47).

Menjadi penting untuk di ingat, sekali dalam sejarah samudra yang ganas akan di terjang oleh para awak-awak kapal yang tangguh, tak memiliki kata 'lelah' dalam kamus mereka, dan berjiwa tulus nan bersahabat. gambaran indah CSS MoRA IPB tercermin disini. Merekalah para calon penoreh tinta emas di lembar sejarah css mora IPB :
Iif Miftahul Ihsan
(46), Nur Hayati (46), Devi Agustiani (46), Lailatus Sayyidah (46), Rini Fitriani (46), Himmatun khotimah (47), M.Fadholi (47), M.karimullah (47), Siti Nur Halimah (47), Nurul Hidayah (47), Siti Khoiri Inayah (47), dan Azmida Ana Shofiana (47)

Dengan membawa 'bendera' integritas, profesionalitas, totalitas, spiritualitas, dan kekeluargaan, Kapal PSDM Bersinergi akan mengarungi dahsyatnya ombak 'perbedaan' anggota css IPB dengan membentuk karakter santri dengan menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan etika kepesantrenan.

Langkah Kami Tak Kan Terhenti kecuali Mati ..!!!"
Berburu dollar di sempur

Hanya kami yang tau, betapa perpisahan itu adalah hal yang menyakitkan untuk kesekian kalinya dalam hidup kami. Bagi kami, akhir kepengurusan bukan berita yang menyenangkan. PSDM Super Pendecs dibangun bukan hanya untuk menghabiskan program kerja, kami juga membangun kebersamaan, kami adalah keluarga kecil yang gak sedikit berbagi suka duka, memori kebersamaan kami gak sedikit. 

Huff..perjalanan kami udah sampai dermaga sejak Oktober 2012 kemarin, kami bubar secara struktural keorganisasian CSS MoRA IPB. Flashback, kaleidoskop, napak tilas perjalanan kami boleh jadi bisa menitikkan air mata. Saking dahsyatnya keluarga kecil ini.

Unforgotable moment, saat kami beramai-ramai ngumpulin pakaian bekas buat di jual di sempur (semacam pasar mingguan), saat itu selepas subuh kami bergegas ke sempur, langit masih seperti jam 3 malam, disana rebutan lapak dengan pedagang lainnya untuk tempat menjual pakaian bekas--pasar sempur hanya ada setiap hari minggu, dan disini tidak ada tempat permanen untuk para pedagang, siapapun itu. Makanya semakin pagi, kami bisa mendapatkan lapak yang strategis. Cukup 3 jam kami berjualan, 600 ribu kami bawa pulang, wuaah...senang sekalli waktu itu. Bukan sekedar kita dapat untung yang lumayan, namun kami bahagia bisa menghabiskan hari itu bersama-sama. Tertawa, bermain, bercanda, jalan, hingga makan bareng.
Kegiatan LCT (Leadership Training CSS)

Kami juga pernah berpusing-pusing ria menyiapkan kegiatan yang dirancang kurang dari 24 jam. Bukan pernah, sepertinya beberapa kali kami seperti ini, menyiapkan kegiatan dadakan yang meriah. Leadership Training CSS, Halal bi Halal, dan....hmm, apa lagi ya? :y

Hari-hari terakhir usainya super pendecs, kami membuat acara farewell party dengan tuker-tukeran kado, cerita suka duka, main games jujur dan tantangan, bahkan kami ceritakan rahasia yang mungkin sahabat kami gak tau, tapi super pendecs tau.

Mungkin kami gak akan lagi bekerjasama bareng untuk membuat kegiatan ini itu, But pastinya  kami akan rindu mengadakan kumpul super pendecs. Seperti yang baru-baru ini dilakukan. Kami kumpul di oemah sambel untuk merayakan ultah salah satu personil super pendecs, Himmatun Khotimah.
Seperti apa kami selanjutnya, Lihat saja nanti. ^^
Gathering pengurus @koridor fema
 
Read more

Social Profiles

Facebook

Translate

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified