Kamis, 13 Juni 2013

Ancaman 9 Juta, Siapa Takut?

Seberapa tidak pentingnya waktu untuk mu?
Seberapa meremehkannya dirimu untuk semua urusan? menganggap kalau semua hal akan bisa beres dengan mudah, so santai-santai dulu tak masalah.
Seberapa peduli dirimu atas tugas-tugas dan deadline?

Ini salah satu variabel. bisa saja ancaman nanti akan lebih dahsyat, 18 juta misalnya.
Ini bukan masalah dirimu tidak pintar, bukan masalah dirimu tidak sanggup menelan mentah-mentah atau mencerna semua materi. Bukan masalah suka-tidak suka dengan hitung-hitungan ataupun dengan hapal menghapal. Sungguh ini hanya masalah apakah ancaman 9 juta ini masuk proyeksi mu selama ini Men.

Kita jelas tahu konsekuensi ini. Bahkan sebelum semuanya dimulai. Salahnya, megadeadline tidak pernah menjadi perhitungan buatmu. Saat kita punya waktu leluasa untuk memilih langkah, kau sama saja seperti diatas, meremehkan dan menganggap tidak penting.
Heey, 9 juta itu banyak. sekaya apapun orang tua kita. tidak ada yang menyangkal ini. kau bisa tanyakan ini sama bapak-bapak pemegang 10 urutan orang terkaya dinegeri kita. kalaupun ada yang bilang angka ini tidak ada artinya, maka masalahmu selesai, tinggal minta saja nominal itu ke orang yang bilang santai kehilangan 9 juta.

Kita anak-anak BUD men, Beasiswa Utusan Daerah. Masih ingat saat pengumuman penerimaan beasiswa ini? saat pertama kali mendengar namamu ada di deretan orang-orang yang beruntung ini? Mama Papa pasti bangga, berpikir kalau anakku akan kuliah tanpa biaya, Alhamdulillah. Heeeyyyy men, kalau sadar tidak kalau boleh jadi orang tua kita pernah mendesiskan kata ini dalam hatinya? Anakku kuliah gratis karena dapat beasiswa, sibuk memamerkan prestasi ini ke tetangga-tetangga, semua kagum Men. Maka apa jadinya kalau ternyata belakangan nanti kau datang dengan muka kusut dan melas minta 9 juta, cash tanpa dicicil untuk penambahan masa kuliah. Heeeey men, apa gunannya? 9 juta itu setara dengan biaya kuliah 6 semester teman-teman kita yang gak bertitel BUD.

Men, apa yang kau rugikan? kau menghabiskan uang cuma-cuma dan waktu mu men, pikirkan itu.
Men, aku hanya bilang ini untuk angkatanku 2010 dan adik-adikku. kita masih punya waktu, kalau saja segera buat megadeadline untuk bisa hengkang dari kampus ini kurang dari 8 semester. Bukan hanya BUD-ku tapi semua BUD di kampus ini, BUD yang punya nasib sama.
Men, jangan anggap enteng, atau esok lusa kita akan diangggap enteng oleh siapapun. Buat semuanya berarti. Buat semuanya sukses. jangan berhenti  karena terjegal masalah.

Men, kau harus ikut SP kalau masih ada hutang kuliah. Kau harus kejar dosen kalau masih belum punya penelitian. Sekali lagi men, berhenti untuk uncare, u will be losing cause u're do.
bahkan kalau kau tidak peduli dengan dirimu sendiri, maka siapakah yang mau memberimu jalan?

Men, ini bukan dunia dongeng, yang setiap kenyataan akan sesuai dengan mimpi dikepala tanpa harus mengeluarkan berbulir bulir keringat. Celaka lagi kalau hari ini ada yang sudah pasrah akan menyerahkan dengan rela 9 juta-nya untuk nanti. kau bodoh men, maaf aku pakai kosakata ini.

Sudah berapa kali kau bertemu dengan dosen disini? Maka andai kau tau men, tidak semua dosen punya hati seperti yang kau anggap selama ini. Aku tau kau takut ketemu dosen karena ngeri dengan ceramahnya, omelannya, atau semua alasan yang membuatmu malas dengan moment bertemu dosen. Kau harus percaya, ada dan pasti ada dosen yang baik disini, yang care dan sangat peduli denganmu. Selagi jika kita punya niat untuk berterus terang, semua mudah men.

Sama seperti aku. Kau dan yang lainnya.
Kita harus menbakar habis rasa takut dengan dosen, yang sungguh itu sebenarnya masalah sepele. Dosen PA ku sekarang temanku Men, aku pernah begadang sampai setengah dua malam untuk melakukan hal sepele, bukan tentang akademik apalagi penelitian, hanya ingin menyatukan chemistry.
Kau harus segera list hari ini. Kau harus menghabiskan semua sks di semester 7 nanti.
Kau harus segera penelitian di semester 7 nanti.
Kau harus mengikuti seminar kakak kelas untuk tau apa itu seminar.
Kau harus segera cari relevansi, literatur, tanya-tanya, apapun itu yang penting proposalmu jadi, mudahnya kau bisa ganti parameter saja dari penelitian syapapun yang kau comot. Next, lapor dosen. Kau harus pintar bicara dan jadikan dosen itu temanmu.

Ini cuma variabel kedua Men, kau mungkin punya rumus yang lebih dahsyat. Atau kau yang baca ini bahkan udah dua tingkat dari yang aku tulis. Baguslah.
Katakan pada dunia Men, kau akan lulus normal. Bagaimana dunia akan mendoakanmu sementara dunia tidak tau, kau tidak bilang.
Semua butuh pengorbanan Men. Everything have sacrifices, bigger and bigger.

Salam perjuanangan.
Ikhwan goes to graduate on Mei 2014.

Read more

Sabtu, 08 Juni 2013

Saat ke Kota Bandung, Aku Lebih dari Remaja Papa

Gd. Sate - Bandung city
8/6/13. Aku sedang dihujani. Dilanda bencana. bencana untuk rasa kerinduan yang maha dahsyat, tak terlihat namun jelas-jelas ada dan terasa. Sekarang masih pagi buta, sejak tiga hari yang lalu aku berkunjung ke kota ini Pa, kota kembang. Mengendarai motor bersama kawan-kawan jurusan tempat aku kuliah. Kesini karena minggu ini adalah jatah libur untuk mahasiswa IPB sebelum berperang mneghadapi ujian minggu depan. Aku lebih memilih untuk berlibur dan pilihan itu ke kota ini, penat sekali menghadapi rutinitas super berat kota hujan.

Aku tak menyangka dulu saat masih kecil, kalau sekarang bisa melangkahkan kaki (hampir) kemanapun aku mau Pa. Asalkan keinginan itu ada, asalkan aku mau usaha, dan yang terpenting asalkan aku percaya aku bisa sampai kesana, itu sangat mungkin terkabul. Sejak kali pertama aku meninggalkan Balikpapan tahun 2009 ke Jatinangor, tahun selanjutnya aku menetap di Bogor setidaknya untuk empat tahun, menjalani masa perkuliahanku. Disini aku bangun mimpi Pa, hingga aku sudah pernah ke Bali, Jogjakarta, Jakarta, kota-kota kecil lainnya. bahkan pernah dua kali aku ke luar negeri. Ke Malaysia tahun 2011 dan 2013. Dan sekarang, kota ini adalah tempat persinggahankku. Kota Bandung.

 Aku ingin menjadi bujang Papa. Rindu itu membuncah-buncah setiap temanku memanggil kata 'papa' untuk ayahnya, rumah tempat aku menginap di Bandung. Tak terasa, sudah ribuan malam aku tak menyebut kata itu. Aku menangis, walau seperti biasa tangis tanpa tetesan. Tetap sama, menyedihkan. Dan kau tau Pa, Bandung itu mirip Balikpapan, beberapa jalan mengingatkan ku kepada hometown. Dan sudah ratusan malam aku sendiri di perantauan, ratusan malam tanpa dinding-dinding rumah, ratusan malam tanpa wajah orang-orang yang kucintai, ratusan malam juga untuk semuanya sebelum perjalanannku dimulai.

Aku sudah melewati masa remaja Pa. umurku 21 lebih. Aku dewasa Pa. Itu pikirku. Sudah tidak mungkin lagi bagiku untuk main kelereng, mengejar layangan, main tazos, kartu gambar, petak umpet, asinan, karena mungkin mainan itu sudah pada entah dimana, kini teman-teman sepermainan dulu juga sudah sibuk dengan urusan-urusan serius mereka. Siapa sangka Pa, aku pernah audiensi dengan Wakil Gubernur kita disatu ruangan dan hanya kami bertiga, Pak Wagub, Satu temanku, dan aku. atau akku pernah mendapatkan buku karangan pribadi milik Menteri Kesehatan RI, Siti Fadillah Supari didalam seminarnya yang kuhadiri, dan beberapa hal lainnya Pa, yang tidak mungkin dialami anak remaja kecil nan tanggung seperti aku dulu. 

Aku dalam kerinduan Pa. Terima kasih melahirkan ku. Terima kasih lebih sering mengajakku jalan dibanding kakak-kakakku. Aku tetap menjadi laki-lakimu Pa. Walau aku sudah lupa suaramu Pa :'( .Maaf aku jadi nakal Pa, sulit untuk mendidik diri sendiri. Sulit sekali Pa, tapi aku bisa. Aku sayang Papa.

Yang pasti masuk surga Allah. (Amiin)
Yang sedang menunggu yaumul ba'ats
Yang telah mengajarkan dan mendoakanku
Yang menjadi sejarah hidupku
Papa, Saleh.

:: Antapani, Bandung, Jawa Barat.
Read more

Rabu, 22 Mei 2013

Hari ini Kita Mulai Jenuh

source : davetheorganism.blogspot.com
Hari ini kebanyakan orang jenuh dengan kata mutiara. Beberapa motivator terkenal yang booming beberapa tahun belakang kini mulai meredup. Kenapa? mungkin saja kebanyakan orang ini bosan. Alasan logis karena hidup mereka tak kunjung berubah pasca mendengarkan petuah yang memang dahsyat itu. Akupun demikian blog, cita-citaku sampai semster 4 lalu adalah menjadi motivator terkenal. bermimpi kalau suatu saat akan menjadi penyemangat super dahsyat yang terkenal. Ah, memang cuma obsesi karena betapa gagahnya aku melihat para motivator itu.

Kau tau blog, aku punya pengalaman nekat. Suatu ketika aku pernah mengikuti seminar, di seminar itu juga ada acara AMT (achievement motivation training) yang diisi oleh salah satu motivator yang cukup terkenal. Setidaknya untuk wilayah Jabodetabek. Dia meninggalkan cp. Aku catat no hp beliau. Esoknya aku hubungi, ku bilang kalau saya juga ingin menjadi motivator. Aku ingin mendapat pelajaran-pelajaran menjadi motivator handal. Tolong berikan aku kesempatan untuk belajar bersama. Saya sungguh-sungguh. Itu yang aku katakan.

And you know, hari itu juga aku diberi alamat tempat dia memberikan pelatihan. Aku datang kesana. Belajar menjadi motivator sepertinya. Kerjaankku hanya duduk sampingnya, didepan laptop dan mematikan lampu saat momen-momen membuat nangis peserta kegiatan. At least, aku mengetahui dapur para motivator, beliau menyampaikan banyak saran dan trik. Itu pertemuan pertamaku, juga pelatihan pertamaku. dan kau tau lagi, itu juga adalah pertemuan terakhirku. 

Entahlah, semakin hari aku semakin jenuh. Jenuh dengan semua kata-kata itu. diulang-ulang. itu-itu saja. hanya benar-benar bermakna saat diucapkan motivator dengan backsound yang memikat. Yah, memang.

So. kita butuh apa sekarang. lagi-lagi entah.
Kita hanya butuh kita. Aku hanya butuh aku. Dirimu hanya butuh dirimu. Kalaupun butuh si penyemangat, maka itu adalah kita sendiri, atau orang-orang pilihan.

Semoga kita bisa segera keluar dari kungkungan kemalasan untuk berbuat. segera lepas dari ikatan negatif thinking. Dan segera bangkit, bergerak denga sejuta pangkat sejuta harapan positif. Salam damai dari Kandang. Yongss.
Read more

Senin, 20 Mei 2013

Ayo Disiplin, Hargai Waktu!

 
source : natroms.blogspot.com

Postingan ini repost dari salah satu cacatan di Facebook ku. Dengan beberapa perubahan.
 
Agustus, Tahun 2009
@Asrama Haji Balikpapan.


Seseorang mnyampaikan 1 wasiat saat kuliah subuh. 

"Jika qm ingin tau betapa berharganya waktu 1 tahun, tanyalah kepada siswa yang tinggal kelas.
Jika qm ingin tau betapa berharganya wktu 1 bulan, tanyalah kepada ibu yang hamil prematur, kemudian anaknya meninggal saat lahir.
Jika qm ingin tau betapa berharganya wktu 1 minggu, tanyalah kepada mahasiswa BUD IPB yang telat 1 minggu dari waktu kelulusan dan dihitung semester baru dengan biaya 9 juta.
Jika qm ingin tau betapa berharganya wktu 1 hari, tanyalah kepada org yang bekerja hari itu & hari itu langsung di gaji, tidak kerja maka tidak ada gaji.
Jika qm ingin tau betapa berharganya wktu 1 jam, tanyalah kepada karyawan yang dipecat karena terlambat 1 jam.
Jika qm ingin tau betapa berharganya wktu 1 menit, tanyalah kepada kakak yang terlambat naik kereta untuk pulang.
Jika qm ingin tau betapa berharganya wktu 1 detik, tanyalah orang yang selamat dari pesawat terbang yang meledak dan selamat karna ia terjun 1 detik lebih cepat.


So, budayakan ontime!
Jadikan disiplin sebagai gaya hidupmu.
Read more

Jumat, 17 Mei 2013

Pemimpin itu ..

Semua ini inspirasi...bukan cuma bawa wibawa namun Dekan Fapet tercinta-ku ini bawa semangat. Iya, semangat 45. Semangat anak muda..widiih, Beliau cerita masa lalu, konsep-konsep kepemimpinan, cerita kepemimpinannya masa lalu, tips-tips dan banyak lah..semua tentang organisasi. macam mana organisasi yang sehat, macam mana yang sakit. kalau mau tetap establish apa yang kudu pemimpin lakuin.

Organisasi itu kata beliau :
komunikasi, harus dilakuin poin penting ini. Organisasi sehat itu yang punya rantai komunikasi yang baik. karena salah satu penyebab ada masalah itu ya gara-gara komunikasi yang gak efektif.
leadership, organisasi butuh ini, butuh pemimpin yang sip. sip kyk apa? sip yang bisa mempengaruhi untuk pencapaian suatu tujuan tertentu, begitu beliau bilang.
menejemen konflik, ini sama pentingnya harus dimiliki organisasi. yaitu orang yang mampu menyelesaikan masalah. pasti adakan masalah apa aja, nah problem solver harus dimiliki. mutlak. itu kalau mau punya organisasi yang sehat.

itu aja sih yang paling penting..maksudnya penting untuk di share-kan. sisanya kapan kapan, mungkin di lain kesempatan.

that's it. n just do it for our organisasi.
Read more

Senin, 29 April 2013

Satu Moment Terindah D.Net

Sekarang bulan April akhir, artinya tinggal dua bulan tersisa semester enam akan usai. Dan tinggal dua belas bulan aku bisa dibilang mahasiswa. Setidaknya sampai aku memutuskan untuk menjadi mahasiswa pasca-sarjana atau tidak. Itu artinya juga, dua belas bulan lagi sisa waktuku untuk bersama mereka. Teman-teman tercinta, angkatan 47 jurusan nutrition and feed technology. Di Kampusku IPB ini, ada sistem perkuliahan TPB (Tingkat Persiapan Bersama) yang semuanya harus dilewati dengan sukses di semester 1 dan 2. Aku gak mengenal siapa teman jurusanku saat itu, dan memang kami baru saling mengenal sejak tingkat dua di awal semester 3.

Tapi tidak untukku blog, aku baru benar-benar mengenal mereka akhir semester lima. Bukan karena aku tidak bersama mereka selama ini, tapi karena aku yang terlanjur cinta dengan dunia-ku, aku punya keluarga yang ku pikir lebih dari cukup untuk membuatku tertawa seharian, ataupun sekedar mematikan lelah yang menggantung pundak.Sehingga menurutku mereka tidak lebih penting dari sekedar teman kelompok untuk meringankan tugas dosen dan lainnya.

Di akhir semester lima, akku baru benar-benar menjadi "bagian" mereka. Menakjubkan. Menyenangkan. Mereka lebih dari yang kubayangkan. Lebih respect dari yang kuduga. And more important, lebih bersahabat dari yang aku punya selama ini.

Tidak ada yang terlambat. Termasuk aku yang baru menyatakan bergabung di keluarga D.Net di akhir tahun kemarin. Memang jahatnya aku, aku datang karena pergi atas pelarian dari rumah 'dinas'ku. Tapi biarlah, tak masalah. Aku tak merasa bersalah sedikitpun saat pergi, tapi yang aku khawatirkan aku datang karena pelarian. membuatku merasa bersalah menyia-nyiakan D.Net sejak resmi menjadi mahasiswa peternakan. Resmi menjadi Ahooy mania.

Karena itu aku datang tidak sekedar datang, deklarasi kedatanganku sebagai calon ketua jurusan nutrisi. Mengikhlaskan sisa umurku sebagai mahasiswa untuk 'mengenal' dan mendekatkan diri dengan D.Net, tidak hanya D.net, tapi juga seluruh mahasiswa nutrisi. Terlepas aku berhasil atau tidak, aku hanya bergerak dengan menghasilkan 'sesuatu' untuk mereka. Sebisaku. Siasanya serahkan pada yang kuasa.

Jika nama itu penting (dan aku sangat sepakat nama itu penting, penting untuk diingat dan dikenang), D.Net adalah D (Simbol huruf Fakultas Peternakan di Kampus IPB), N (Nutrisi), e (Empat), t (Tujuh) maksunya kumpulan mahasiswa peternakan jurusan nutrisi pakan angkatan 47. Keren sekali untuk dikenang bukan? Mungkin 20 tahun lagi singkatan ini bisa jadi kuis saat kita semua tak sengaja bertemu di suatu tempat. Di tempat wisata liburan yang indah mungkin.

Dan inilah, satu moment terindah yang aku miliki bersama keluarga D.Net. Foto seusai menjuarai sepak bola di ajang Dekan Cup 2013. Kami sangat banyak agenda kebersamaan. Dan akan aku posting dilain kesempatan. Ini juga bukti aku 'diterima' disini. Punya posisi khusus di mata mereka. Walau mereka tak pernah lupa setahun terakhir aku sangat apatis dengan D.Net.hahaha. maafkan aku.
Memori ini akan mahal sekali, sangat mahal saat kita sudah berdiri di limit kesuksesan. Karena itu, tetap jaga komunikasi. Apapun itu yang kita lakukan selama ini, setiap kita telah memberikan pelajaran berharga untuk lainnya. So, tak ada yang sia-sia. Semua punya nilai bro. Salam hangat keluarga D.Net. Ahooooy!!!
@gymnasium IPB, 18 Maret 2013



Read more

Minggu, 28 April 2013

Bogor-Sukabumi, Jarak Terjauh Para Peneliti Puyuh

Minggu, 28 April 2013. Ini kali pertama aku datang ke Sukabumi. daerah yang bersebelahan dengan kota sarjanaku, Bogor. Pukul 06.00 pagi aku sudah membaca bismillah untuk memulai perjalanan ini. Aku punya motor, jupiter cw keluaran tahun 2011 warnanya biru hitam. Sejak dua tahun lalu jupiter ini selalu menemani kemana aku pergi, mungkin hanya satu dua tempat aku tidak bersamanya. Tapi kali ini dia sedang tidak fit, jadi aku rental motor untuk mengadakan perjalanan panjang ini.

Sukabumi adalah tempat aku melakukan penelitian. Penelitian tentang sejauh mana reaksi penggunaan tepung lidah buaya sebagai antibiotik untuk meningkatkan performa puyuh. Penelitian ini aku lakukan karena secara kebetulan proposal dari program kreativitas mahasiswa-ku lolos. Tidak sendirian, tapi berkelompok. Aku punya 4 partner lain. Penelitian ini memang bukan riset besar, ini hanya riset kecil-kecilan, riset sederhana yang memang hanya bisa dilakukan untuk mahasiswa standar strata satu. Dan memang, aku dan teman-teman se tim ku bukan satu-satunya yang beruntung. Tapi ada ribuan proposal yang juga di acc oleh DIKTI untuk diizinkan menjalankan proposal-proposal mereka.

Tapi aku punya mimpi lain dari penelitian ini, kau tahu kalau tidak banyak orang di Indonesia ini yang paham tentang farm? tentang dunia peternakan maksudku. Tapi sekatang ini, pengusaha peternakan semakin booming, investasi penggemukan unggas marak dimana-mana. namun ada satu hal yang tidak terlihat, pakar dari semua ini sedikit. Dan lebih sedikit lagi yang bisa dan mau untuk terjun mendalami dunia antibiotik.

Tim-ku membuat antibiotik alami, pengganti dari antibiotik sintetis yang sampai saat ini masih laris di Indonesia. Antibiotik ini dari tepung lidah buaya. Kami sudah menguji kualitas dan kandungan Aloe vera ini. Nilai plus-nya, antibiotik alami ini tidak meninggalkan residu ke ternak yang mengonsumsinya. Kalau antibiotik sintetis itu jelas akan meninggalkan residu ke ternak, entah itu mengumpul di hati, ataupun menyebar ke daging, walaupun kita tidak tau berapa kadar toleransinya, tapi aku pikir menggunakan yang herbal itu jelas lebih baik.

U know, Swiss dan Denmark sudah tahun-tahun lalu melarang penyebaran ternak yang menggunakan antibiotik sintetis, karena mereka takut kalau atibiotik itu malah masuk ke tubuh mereka lewat daging ternak yang mereka makan.

Besok-besok kita akan melihat lebih dalam lagi pengaruh dari penelitian tim puyuh-ku. Doakan kami sukses. Sukses melewati tahap pertama sebagai peneliti abal-abal, untuk menjadi peneliti profesional.
Doakan kami juga supaya selalu fit banget di setiap akhir pekan, karena setiap minggu juga kami harus menempuh Bogor-Sukabumi untuk memantau puyuh kami tercinta.

Protein hewani, cerdaskan bangsa.!!
Read more

Social Profiles

Facebook

Translate

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified