Jumat, 26 Desember 2014

Happy Birthday, Papa.

Thank you, Papa.
Thanks untuk semuanya, hingga sampai saat ini.
Happy birthday Pa.

Selamat ulang tahun ke-60 Pa. Andai kau masih ada, mungkin kita berdua masih bisa lari2 kecil bareng di Lapangan merdeka setiap minggu pagi. Kan aku tau kalau Papa suka berlama-lama di Masjid Istiqomah, sedangkan aku suka bermain seharian di sebelahnya, lapangan merdeka. Hehe.

Banyak hal yg ingin aku sampaikan Pa.
1. Sekarang umurku 23 tahun Pa, aku sudah dewasa dan bukan lagi anak remaja belasan tahun atau bahkan bocah kecil.

2. Sejak Papa pergi di tahun 1999, saat itu aku masih kelas 2 SD cawu 1. Sejak itu aku banyak mendapatkan rangking 1 Pa, bahkan hingga lulus SMA. I just wanna make you proud to me. Aku selalu berusaha menjadi yang terbaik Pa.

3. Aku sudah sarjana Pa. Namaku sekarang Ikhwan Ibnu Arbi, S.Pt. Empat tahun silam aku ikut tes seleksi beasiswa dan jadi satu-satunya perwakilan Kaltim dari ratusan peserta, terbaik se-Provinsi Pa. :) ,aku kuliah di IPB Bogor Pa, jurusan Nutrisi dan Teknologi Pakan. Bukan jurusan mubaligh/syariah di kampus islam.

4. Pa, sekarang aku bisa cari duit sendiri. Beli motor sendiri dan kebutuhan2 lainnya. Ternyata jadi laki2 sulit ya Pa, hehe.

5. Pa rumah kita sekarang mendingan sejak kau tinggalkan dulu. Rumah tanpa plafon, lantai tanah/beberapa bagian sudah di semen, dinding belum di plaster, tanpa jendela, kamar mandi yg menyedihkan, dan bagian2 sedih lainnya. Sekarang rumah kita sudah di plafon sama mama, sudah berlantai keramik, dinding di plester dan di cat ungu, kamar sudah bagus juga Pa ber-AC pula, bahkan sekarang kita punya dua lokal yang bisa di sewakan. Ada 2 bule jamu yang menyewa di rumah sebelah Pa. Hebat ya mama Pa. :)

6. Oh ya Pa, mba is (Risya Zahrah) sudah berpulang juga Pa, menyusul mu 2 tahun kemudian. Mba is meninggal di RS Umum Kanudjoso Djatiwibowo. Tempat yang paling aku benci sampai saat ini. Mama terpukul sekali saat itu, karna mba is kan anak yg paling bisa diandalkan buat mama, anak pertama.

7. Pa, sekarang tidak terdengar lagi sebutan mama dirumah kita. Aku, mba din, dan mba nis memanggilnya dengan panggilan 'mami'. Aku lupa sejak kapan Pa dimulai pergantian panggilan itu, yg jelas lebih dari 3 tahun lalu.

8. Pa, dulu dikampus aku pernah juara 2 lomba catur lho Pa. Jadi keinget pas aku masih kecil Papa yang ajarin main catur. Mba din sama mba nis juga jago main Pa, mba nis pernah juara 1 lomba catur se-RT pas lomba 17 agustus, sedangkan mba din juara 1 pas masih di pesantren.

9. Oh iya Pa. Anak-anakmu semua jebolan pesantren Pa. Di Al-Mujahidin, pesantren milik kawan lama Papa, Pak Rusdiman. Beliau selalu ingat Papa setiap kali ketemu aku. Tapi cuma aku Pa yang sampai 6 tahun disana, yg lain cuma 3 tahun aja. :)

10. Papa, aku masih ingat saat pertama kali punya jendela Pa. Aku sama mba nis rebutan setiap pagi bangun cepat untuk bisa buka jendela. Iya kami rebutan! Disaat tetangga biasa saja buka tutup jendela, bahkan anak2 mereka malas-malas kalau.diminta buka jendela. Walaupun kejadian itu juga gak terlalu lama Pa. Hehe

11. Pa, Papa kalau tau aku yang sekarang mungkin juga akan memarahiku Pa, walaupun aku selalu berusaha membuat bangga keluarga. Aku pacaran Pa, maaf.

12. Pa, aku juga melanggar perintah mu Pa. Tahun lalu pas lebaran, untuk kali pertama sejak kepergianmu aku memasang foto Papa dan Mama, foto satu keluarga kita yang lengkap, foto aku wisuda kemarin, dan 2 sertifikat penghargaan mba nis dan mba din. Sesuatu yang dulu Papa larang, "tidak ada gambar/foto yang boleh dirumah, karena diakhirat gambar2 itu akan hidup dan meminta pertanggung jawabannya dengan kita".

13. Oh iya Pa, mba nis dan mba din lulusan LP3i, Ada kisah unik Pa saat mereka berdua di wisuda (karena tahun masuknya berbarengan sih Pa, jadi wisudanya juga bareng), saat ada penghargaan mahasiswa terbaik di setiap jurusan, mba dina disebut namanya sebagai mahasiswi terbaik jurusan bisnis dan perhotelan, diminta untuk maju ke podium dan membawa orang tuanya, akhirnya mba din maju kedepan sama Mama, trus pas penyebutan mahasiswa terbaik jurusan teknik informatika nama mba nisa disebut Pa, karena mama single parent dan Papa sudah disana menyaksikan kita, om Parman yang mendampingi mba nis. Para wisudawan sepertinya kagum melihat mahasiswa terbaik di dua jurusan tersebut adalah sepasang saudara. Anak-anakmu hebat Pa, belajar menjadi hebat seperti mu. Makasih banyak memberikan warisan gen kecerdasan yang menakjubkan. Selain dari karunia Allah. Aku pastikan gen cerdasku (walau gak cerdas2 amat :p) berasal dari Papa, sedangkan dari mama aku mewarisi kesabaran, kesopanan, kerja keras, dan ketabahan walau semua item itu aku masih harus berjuang mempelajarinya.

14. Pa, mungkin aku tidak bisa menjadi orang tua yang hebat seperti Papa. Tapi aku akan berusaha dengan usaha terbaikku. Waktu kita bersama dulu memang tidak banyak Pa. Tapi sangat memorable.

15. Makasih Pa, suka ajak aku ke BC walau cuma untuk nemanimu sholat maghrib. Temen Papa yg dulu suka di mushola BC sampai sekarang masih disana, aku pernah ditegur Pa, ternyata teman Papa itu masih ingat aku (atau mungkin karena kita mirip ya Pa :) )

16. Tapi Pa, aku tidak ingat sama sekali nada bacaan sholat setiap Papa jadi imam, aku masih terlalu kecil dulu Pa.

17. Makasih Pa, udah mengabadikan namaku di sebuah masjid. Aku gak tau kalau masjid Al-Ikhwan di pelayaran itu Papa yang kasih nama sama kyk namaku. Berdekatan juga sama tahun kelahiranku. Masjid itu juga gak ada yang berubah Pa. Tempat kita ngobrol untuk kali terakhir juga masih ada. Tempat yang aku dulu mijitin Papa habis Papa potong kurban, tempat mata Papa tertutup untuk selamanya.

18. Makasih Pa atas semuanya. Nanti kalau aku sudah berkeluarga, akan aku ceritakan betapa hebatnya Papa, Mama, mba2 kepada anak2 ku Pa. Aku juga ingin di panggil dengan sebutan Papa. :)

19. Makasih Pa. Makasih banget. Makasih makasih makasiiiiih Pa. Selamat ulang tahun Pa. Semoga dilapangkan kubur Papa, di berikan tempat terbaik, disayang malaikat. Aamiiin.

Untuk beliau yang selalu ada dan akan terus ada.
Tidak ada yang pergi dari hati, tidak ada yang hilang dari setiap kenangan.
Papa Saleh.
28 Desember 1954 - 28 Desember 2014

Read more

Minggu, 09 November 2014

Aku Memang Lain

Aku memang lain. Lain dalam arti yg sebenarnya.
Saat masa-masa putih abu2 misalnya, aku memang lain dari biasanya. Celana sekolahku biru muda, lain dengan warna normal yg biasa digunakan teman-temanku warna abu.

Aku memang lain. Lain dalam arti yg sebenarnya yaitu berbeda dengan kebanyakan.
Saat rapat atau kumpul2 dimasa kuliah misalnya, aku lebih memilih berdiri disaat semua rekan-rekan duduk.

Aku memang lain. Tidak suka dengan pola keseragaman. Aku suka melakukan hal yang beda. Suka aja.

Aku memang lain. Itu kenapa aku selalu ingin menjadi speaker, leader, delegator, dan macam lainnya. Berusaha menjadi satu2nya fokus utama.

Siang ini, aku mencari suratku yang hilang. Sudah ku ubek2 file2 di laptop biru kecilku namun tak kunjung ketemu. Surat yang kutulis di semester 7. Surat untuk rektor di kampusku dulu. Surat kontroversial yang sampai masuk ke Republika online dengan lebih dari 5 ribu pembaca dalam waktu 2 jam. Menurutku, aku bisa sampai melakukan itu karena aku memang lain. Disaat kebanyakan teman2 menggunakan rule yang ada, aku malah menggunakab jalur lain, menulis surat.

Aku memang lain. Tapi tentu saja aku tidak sendirian. Banyak orang-orang unik di dunia ini. Mereka disangka gila seperti Einstein.
Mereka dicemooh karena miskin seperti Yan.
Tapi menakjubkan saat justeru kelakuan orang2 lain ini menjadi percontohan.

Tidak ada yang salah. Sejauh kita tau mengapa alasan mereka memilih jalan yang berbeda. Sejauh kita punya toleransi.

Read more

Senin, 13 Oktober 2014

Pray For Sinabung Disaster

Pray for our brother and sister there.

Bencana alam erupsi gunung sinabung. Menyedihkan saat melihat bagian dari kita, di waktu yang sama di tempat berbeda yang memperjuangkan kelangsungan hidup mereka di bawah tenda darurat 3 bulan lamanya.

Menyesakkan hati kala mengikuti setiap beritanya yang terus mempertontonkan betapa penderitaan mereka semakin hari semakin bertambah. Sinabung adalah sebuah gunung di Karo-Sumatera Utara yang saat ini kembali meningkat aktivitasnya.

Pray for them. Di pagi ini, carilah tempat tertinggi dan rasakan penderitaan mereka. Saat ini memang mereka sedang diuji dengan kehilangan harta benda, kenyamanan, waktu bermain, dan berbagai hal menyenangkan lainnya. Tapi bisa jadi minggu depan giliran kita, atau tahun depan mungkin.

Dengan kasus yang lebih sederhana, untuk kawal disekitar kita yang kesusahan. Bantulah sebisa dan semaksimal mungkin. Jangan pelit untuk turun tangan membantu. Karna mana tau saat kita jatuh, kita juga akan mencari tangan-tangan yang rela untuk menyambut kita, mengangkat ke posisi yang lebih baik.

Selamat pagi.
Yang sabar ya Bapak Ibu saudara saudari di pengungsian Erupsi gunung sinabung. Kalian luar biasa. Semoga dimudahkan. Aamiiin.

Read more

Minggu, 12 Oktober 2014

Si Lilin Bumi dari Bali

Balikpapan (12/10/14), hari ini ada dua orang yang bahagia. Satu Abang Samino yang melangsungkan resepsi pernikahannya tadi pagi di Samuntai-PPU, satunya lagi yang akan menjadi pemeran utama dalam tulisan ini.

Dia Shylina Icha Paiiaach, itu nama alay saat aku pertama kenal dari facebook-nya. Selain anak mama papanya, dia Anak Bali, Anak FPIK biru tulen, dan yang paling penting dia anak Cie-cie 47.

Nama aslinya Annisa Shylina, alasan kebahagiaanya hari ini adalah karena dia ulang tahun ke-22. "Selamat Ulang Tahun Ca".

Tiga ratus enam puluh lima hari yang lalu, malam ini kita duduk semeja di McD. Kau tidak ditegur seharian sama anak kontrakan srikandi- akhirnya ngungsi ke hombes main laptop sendirian. Tidak ada alasan selain kasihan dengamu hingga kami mengajak jalan ke McD Padjajaran-Bogor.

Tapi hari ini, malam ini kita dipisahkan oleh lautan yang luas bermill-mill. Maka hanya lewat blog ini aku ucapkan doa-doa untuk mu Ca.

Selamat Ulang Tahun Ca.
Semoga di umur ke-22 ini semakin diberikan kesehatan, dilancarkan segala urusannya, dimudahkan dalam menggapai impiannya, didekatkan jodohnya, dimurahkan rezekinya, semakin baik hati, pokoknya sukses dunia akhirat. Aamiin ya rabbal alamiin.

Thanks Ca, atas perhatian, bantuan, dan kerjasamanya selama 4 tahun di Bogor. Selamat ulang tahun lilin bumi dari Bali.

Read more

Rabu, 11 Desember 2013

Selalu Gunakan Orang Ketiga

M
ulai hari ini, mencoba untuk menggunakan orang ketiga.
Mulai hari ini, kita sebut saja Arbi. Atau mungkin Arb saja juga bisa, tanpa bermaksud untuk ikut-ikutan dengan singkatan nama salah satu orang dinegeri ini yang sedang berusaha tenar untuk menjadi calon presiden tahun depan. Lastname lebih menarik sepertinya.

Selanjutnya, buatlah seakan-akan ini semua adalah dunia dongeng, yang bisa kita buat fiksinya. Diatur sesuka dan semaunya.

Seperti yang Arb tangkap dari beberapa novel Tereliye yang dibacanya-Arb mungkin bisa dibilang penyuka novel2 dan kalimat2 si akuntan yang nyambi jadi penulis novel itu. Shambazy, adalah salah satu tokoh yg disebut Tereliye dalam novel 'negeri para bedebahnya', kau taulah kalau Shambazy disana berperan sebagai warwatan yang punya kuasa dan dekat dengan tokoh utama. Pun dinegeri ini, Shambazy adalah wartawan senior salah satu media berita terkemuka ditanah air, namun tak bisa dengan mudah kita katakan novel itu kisah nyata. Itu tetap fiksi. Begitulah kira2 posisi Arb yang kumaksud.

Arb adalah satu dari jutaan anak di negeri ini. Kusut, tanpa masa depan kalau kau hanya melihat dari latar belakang dan letak geografis tempat tinggalnya. Dia tidak ajaib, tidak punya pensil ajaib yang bisa menjadi nyata setiap apa yg digambarnya, atau punya lampu ajaib. Tidak, Arb tidak demikian. namun cerita ini akan membawanya menjadi orang sangat terkenal atas segala produktivitasnya, Arb akan populer hingga dikagumi negara tetangga. Semakin tahun, nama Arb menjulang bak bola salju, namun dikepalanya hanya ada satu tujuan, dia tidak memikirkan sudah sejauh mana namanya disebut, Arb hanya peduli pada satu hal : rumahnya.

Triwulan kesatu tahun 1997, Arb mendaftar SD-sekolah pertama kali untuknya. Arb tidak disekolahkan di Taman Kanak Kanan (TK) saat itu. Sayang, Arb ditolak menjadi murid baru ditahun itu, alasannya karena masih terlalu muda dan belum bisa membaca.



#bersambung -








Read more

Minggu, 17 November 2013

Sebut Aku Dengan Satu Nama

Padahal yang kita pikirkan sama, namun kita telah menyebutnya berbeda. maka jika kita berpapasan di suatu waktu, tengoklah. Buat definisi yang sama. Jangan menggantungkan hal yang gak semestinya bersemayam tanpa kejelasan.

seperti aku yang menyebutya imperata, dan kamu menyebut hyndical.

Lagi, bahwa dilain sisi, kita punya penyebutan yang sama diatas defisnisi yg berbeda. sangat berbeda dan mungkin saja bertolak.

Uh ya, selagi yang kita kerjakan adalah sesuatu yang kita senangi, sungguh itu bukanlah pekerjaan. itu adalah hobby. Namun jika kita tidak menyukainya, maka disaat itulah kita mulai berfikir untung rugi. dan kita pasti paham sekali dimana posisi yang seharusnya kita isi.
Read more

Selasa, 27 Agustus 2013

Harus Semangat (lagi) !!!

Bukan soal kaya itu bisa beli apa saja, tapi lebih tenang untuk hidup dengan bahagia


Bukan soal sedih itu kalau kondisi miskin, tapi lebih karena kebersamaan lebih hangat


Sekarang, tidak ada parameter untuk itu. Bermuram durja.


Tidak ada hubungan.


Karena sekarang saja, aku sedang berbahagia ditempat yang mungkin terlihat amat menyedihkan


Dan besok, kalau kita tersesat ditempat gelap. Ingatlah, tidak harus kita sedih atas kondisi yang ada sekarang. Kita hanya perlu mengingat satu hal untuk bisa selalu bahagia, janji Tuhan kita yang akan membuat keadaan selalu lebih baik dan lebih baik lagi.


Aku mencintai keadaan ini. Perubahan ini. Tanah bumi Indonesia-ku ini. Dan semua sketsa kecil dari perjalanan hidup ku.


n3.jpg

Read more

Selasa, 18 Juni 2013

Gara-Gara Mahasiswa

source : waspada.co.id
17/06/13
Gara gara mahasiswa
Hari ini hotline berita menayangkan demonstrasi dimana-mana
Berbagai daerah saling memprihatikan
Banyak-banyakan massa

Apa yang mereka perbuat?
Mahasiswa itu demo atas kebijakan pemerintah yang akan menaikkan tarif bbm bersubsidi

Mereka turun kejalan
Atas nama mahasiswa
Atas nama rakyat Indonesia
Atass kepentingan bersama

Bangga dengan almamater masing-masing yang mereka kenakan
Sekali lagi, mereka turun ke jalan untuk batalnya kenaikkan BBM
Bangga menjadi bagian dari ribuan mahasiswa yang 'membela kebanaran'
Memekakkan suara lantang di mikrofon besar
Membuat barikade-barikade tangguh

Di satu daerah, universitas besar mengumpulkan massa mendemo kantor Gubernur
Ya Tuhaaaan. Padahal daerah itu beda pulau dengan senayan. Markas besar para pemilik keputusan
Demo itu mungkin menutup Jalan

maka mungkin saja,
puluhan lapak rakyat miskin yang berjualan mereka 'rampas'
puluhan kegiatan/transaksi rakyat kecil batal karena macet total
ibu-ibu panik akibat anankya hilang ditengah demo
keringat bapak-ibu petugas kebersihan kota semakin deras akibat sisa-sisa demo


Oh mahasiswa
jikalau pun jadi, keputusan naiknya bbm bukan tanpa alasan
Oh mahasiswa
mungkin saja kita hanya punya dua variabel untuk menolak mentah-mentah keputusan ini
Oh mahasiswa
sejauh apa kita mengerti materi perkuliahan, maka problem ini lebih dahsyat dibanding mata kuliah kita
Oh mahasiswa
kalau saja untuk memahami mata kuliah sulit, maka bagaimana mungkin kita mengerti problem nasional ini
Oh mahasiswa
kalau saja nilai ujian kita dapat skor C atau D, pantaskah kita menganalisis dan memutuskan pihak mana yang harus kita bela?
Oh mahasiswa,

semua tindakan kita belum tentu nyata
Tapi yang nyata, kita sudah buat rusuh negeri kita hari ini
kita sudah rusak banyak mata pencaharian rakyat yang harusnya kita bela

Aku setuju, kalau menang harus demo, maka tempat yang harus kita datangi cuma satu, Kantor DPR RI di senayan
Bukan membuat rusuh seluruh penjuru negeri ini. Sia-sia mahasiswa!
Tidakkah kita berfikir?

Maka cukuplah, cukuplah hari ini. jangan terulang lagi.
Ini bukan era '98
Dan kita, jauh dari kata-kata pantas untuk mengikuti jejak abang-abang kita terdahulu.
Kita harus masih banyak belajar, mahasiswa

#demoBBM

Read more

Kamis, 13 Juni 2013

Ancaman 9 Juta, Siapa Takut?

Seberapa tidak pentingnya waktu untuk mu?
Seberapa meremehkannya dirimu untuk semua urusan? menganggap kalau semua hal akan bisa beres dengan mudah, so santai-santai dulu tak masalah.
Seberapa peduli dirimu atas tugas-tugas dan deadline?

Ini salah satu variabel. bisa saja ancaman nanti akan lebih dahsyat, 18 juta misalnya.
Ini bukan masalah dirimu tidak pintar, bukan masalah dirimu tidak sanggup menelan mentah-mentah atau mencerna semua materi. Bukan masalah suka-tidak suka dengan hitung-hitungan ataupun dengan hapal menghapal. Sungguh ini hanya masalah apakah ancaman 9 juta ini masuk proyeksi mu selama ini Men.

Kita jelas tahu konsekuensi ini. Bahkan sebelum semuanya dimulai. Salahnya, megadeadline tidak pernah menjadi perhitungan buatmu. Saat kita punya waktu leluasa untuk memilih langkah, kau sama saja seperti diatas, meremehkan dan menganggap tidak penting.
Heey, 9 juta itu banyak. sekaya apapun orang tua kita. tidak ada yang menyangkal ini. kau bisa tanyakan ini sama bapak-bapak pemegang 10 urutan orang terkaya dinegeri kita. kalaupun ada yang bilang angka ini tidak ada artinya, maka masalahmu selesai, tinggal minta saja nominal itu ke orang yang bilang santai kehilangan 9 juta.

Kita anak-anak BUD men, Beasiswa Utusan Daerah. Masih ingat saat pengumuman penerimaan beasiswa ini? saat pertama kali mendengar namamu ada di deretan orang-orang yang beruntung ini? Mama Papa pasti bangga, berpikir kalau anakku akan kuliah tanpa biaya, Alhamdulillah. Heeeyyyy men, kalau sadar tidak kalau boleh jadi orang tua kita pernah mendesiskan kata ini dalam hatinya? Anakku kuliah gratis karena dapat beasiswa, sibuk memamerkan prestasi ini ke tetangga-tetangga, semua kagum Men. Maka apa jadinya kalau ternyata belakangan nanti kau datang dengan muka kusut dan melas minta 9 juta, cash tanpa dicicil untuk penambahan masa kuliah. Heeeey men, apa gunannya? 9 juta itu setara dengan biaya kuliah 6 semester teman-teman kita yang gak bertitel BUD.

Men, apa yang kau rugikan? kau menghabiskan uang cuma-cuma dan waktu mu men, pikirkan itu.
Men, aku hanya bilang ini untuk angkatanku 2010 dan adik-adikku. kita masih punya waktu, kalau saja segera buat megadeadline untuk bisa hengkang dari kampus ini kurang dari 8 semester. Bukan hanya BUD-ku tapi semua BUD di kampus ini, BUD yang punya nasib sama.
Men, jangan anggap enteng, atau esok lusa kita akan diangggap enteng oleh siapapun. Buat semuanya berarti. Buat semuanya sukses. jangan berhenti  karena terjegal masalah.

Men, kau harus ikut SP kalau masih ada hutang kuliah. Kau harus kejar dosen kalau masih belum punya penelitian. Sekali lagi men, berhenti untuk uncare, u will be losing cause u're do.
bahkan kalau kau tidak peduli dengan dirimu sendiri, maka siapakah yang mau memberimu jalan?

Men, ini bukan dunia dongeng, yang setiap kenyataan akan sesuai dengan mimpi dikepala tanpa harus mengeluarkan berbulir bulir keringat. Celaka lagi kalau hari ini ada yang sudah pasrah akan menyerahkan dengan rela 9 juta-nya untuk nanti. kau bodoh men, maaf aku pakai kosakata ini.

Sudah berapa kali kau bertemu dengan dosen disini? Maka andai kau tau men, tidak semua dosen punya hati seperti yang kau anggap selama ini. Aku tau kau takut ketemu dosen karena ngeri dengan ceramahnya, omelannya, atau semua alasan yang membuatmu malas dengan moment bertemu dosen. Kau harus percaya, ada dan pasti ada dosen yang baik disini, yang care dan sangat peduli denganmu. Selagi jika kita punya niat untuk berterus terang, semua mudah men.

Sama seperti aku. Kau dan yang lainnya.
Kita harus menbakar habis rasa takut dengan dosen, yang sungguh itu sebenarnya masalah sepele. Dosen PA ku sekarang temanku Men, aku pernah begadang sampai setengah dua malam untuk melakukan hal sepele, bukan tentang akademik apalagi penelitian, hanya ingin menyatukan chemistry.
Kau harus segera list hari ini. Kau harus menghabiskan semua sks di semester 7 nanti.
Kau harus segera penelitian di semester 7 nanti.
Kau harus mengikuti seminar kakak kelas untuk tau apa itu seminar.
Kau harus segera cari relevansi, literatur, tanya-tanya, apapun itu yang penting proposalmu jadi, mudahnya kau bisa ganti parameter saja dari penelitian syapapun yang kau comot. Next, lapor dosen. Kau harus pintar bicara dan jadikan dosen itu temanmu.

Ini cuma variabel kedua Men, kau mungkin punya rumus yang lebih dahsyat. Atau kau yang baca ini bahkan udah dua tingkat dari yang aku tulis. Baguslah.
Katakan pada dunia Men, kau akan lulus normal. Bagaimana dunia akan mendoakanmu sementara dunia tidak tau, kau tidak bilang.
Semua butuh pengorbanan Men. Everything have sacrifices, bigger and bigger.

Salam perjuanangan.
Ikhwan goes to graduate on Mei 2014.

Read more

Sabtu, 08 Juni 2013

Saat ke Kota Bandung, Aku Lebih dari Remaja Papa

Gd. Sate - Bandung city
8/6/13. Aku sedang dihujani. Dilanda bencana. bencana untuk rasa kerinduan yang maha dahsyat, tak terlihat namun jelas-jelas ada dan terasa. Sekarang masih pagi buta, sejak tiga hari yang lalu aku berkunjung ke kota ini Pa, kota kembang. Mengendarai motor bersama kawan-kawan jurusan tempat aku kuliah. Kesini karena minggu ini adalah jatah libur untuk mahasiswa IPB sebelum berperang mneghadapi ujian minggu depan. Aku lebih memilih untuk berlibur dan pilihan itu ke kota ini, penat sekali menghadapi rutinitas super berat kota hujan.

Aku tak menyangka dulu saat masih kecil, kalau sekarang bisa melangkahkan kaki (hampir) kemanapun aku mau Pa. Asalkan keinginan itu ada, asalkan aku mau usaha, dan yang terpenting asalkan aku percaya aku bisa sampai kesana, itu sangat mungkin terkabul. Sejak kali pertama aku meninggalkan Balikpapan tahun 2009 ke Jatinangor, tahun selanjutnya aku menetap di Bogor setidaknya untuk empat tahun, menjalani masa perkuliahanku. Disini aku bangun mimpi Pa, hingga aku sudah pernah ke Bali, Jogjakarta, Jakarta, kota-kota kecil lainnya. bahkan pernah dua kali aku ke luar negeri. Ke Malaysia tahun 2011 dan 2013. Dan sekarang, kota ini adalah tempat persinggahankku. Kota Bandung.

 Aku ingin menjadi bujang Papa. Rindu itu membuncah-buncah setiap temanku memanggil kata 'papa' untuk ayahnya, rumah tempat aku menginap di Bandung. Tak terasa, sudah ribuan malam aku tak menyebut kata itu. Aku menangis, walau seperti biasa tangis tanpa tetesan. Tetap sama, menyedihkan. Dan kau tau Pa, Bandung itu mirip Balikpapan, beberapa jalan mengingatkan ku kepada hometown. Dan sudah ratusan malam aku sendiri di perantauan, ratusan malam tanpa dinding-dinding rumah, ratusan malam tanpa wajah orang-orang yang kucintai, ratusan malam juga untuk semuanya sebelum perjalanannku dimulai.

Aku sudah melewati masa remaja Pa. umurku 21 lebih. Aku dewasa Pa. Itu pikirku. Sudah tidak mungkin lagi bagiku untuk main kelereng, mengejar layangan, main tazos, kartu gambar, petak umpet, asinan, karena mungkin mainan itu sudah pada entah dimana, kini teman-teman sepermainan dulu juga sudah sibuk dengan urusan-urusan serius mereka. Siapa sangka Pa, aku pernah audiensi dengan Wakil Gubernur kita disatu ruangan dan hanya kami bertiga, Pak Wagub, Satu temanku, dan aku. atau akku pernah mendapatkan buku karangan pribadi milik Menteri Kesehatan RI, Siti Fadillah Supari didalam seminarnya yang kuhadiri, dan beberapa hal lainnya Pa, yang tidak mungkin dialami anak remaja kecil nan tanggung seperti aku dulu. 

Aku dalam kerinduan Pa. Terima kasih melahirkan ku. Terima kasih lebih sering mengajakku jalan dibanding kakak-kakakku. Aku tetap menjadi laki-lakimu Pa. Walau aku sudah lupa suaramu Pa :'( .Maaf aku jadi nakal Pa, sulit untuk mendidik diri sendiri. Sulit sekali Pa, tapi aku bisa. Aku sayang Papa.

Yang pasti masuk surga Allah. (Amiin)
Yang sedang menunggu yaumul ba'ats
Yang telah mengajarkan dan mendoakanku
Yang menjadi sejarah hidupku
Papa, Saleh.

:: Antapani, Bandung, Jawa Barat.
Read more

Rabu, 22 Mei 2013

Hari ini Kita Mulai Jenuh

source : davetheorganism.blogspot.com
Hari ini kebanyakan orang jenuh dengan kata mutiara. Beberapa motivator terkenal yang booming beberapa tahun belakang kini mulai meredup. Kenapa? mungkin saja kebanyakan orang ini bosan. Alasan logis karena hidup mereka tak kunjung berubah pasca mendengarkan petuah yang memang dahsyat itu. Akupun demikian blog, cita-citaku sampai semster 4 lalu adalah menjadi motivator terkenal. bermimpi kalau suatu saat akan menjadi penyemangat super dahsyat yang terkenal. Ah, memang cuma obsesi karena betapa gagahnya aku melihat para motivator itu.

Kau tau blog, aku punya pengalaman nekat. Suatu ketika aku pernah mengikuti seminar, di seminar itu juga ada acara AMT (achievement motivation training) yang diisi oleh salah satu motivator yang cukup terkenal. Setidaknya untuk wilayah Jabodetabek. Dia meninggalkan cp. Aku catat no hp beliau. Esoknya aku hubungi, ku bilang kalau saya juga ingin menjadi motivator. Aku ingin mendapat pelajaran-pelajaran menjadi motivator handal. Tolong berikan aku kesempatan untuk belajar bersama. Saya sungguh-sungguh. Itu yang aku katakan.

And you know, hari itu juga aku diberi alamat tempat dia memberikan pelatihan. Aku datang kesana. Belajar menjadi motivator sepertinya. Kerjaankku hanya duduk sampingnya, didepan laptop dan mematikan lampu saat momen-momen membuat nangis peserta kegiatan. At least, aku mengetahui dapur para motivator, beliau menyampaikan banyak saran dan trik. Itu pertemuan pertamaku, juga pelatihan pertamaku. dan kau tau lagi, itu juga adalah pertemuan terakhirku. 

Entahlah, semakin hari aku semakin jenuh. Jenuh dengan semua kata-kata itu. diulang-ulang. itu-itu saja. hanya benar-benar bermakna saat diucapkan motivator dengan backsound yang memikat. Yah, memang.

So. kita butuh apa sekarang. lagi-lagi entah.
Kita hanya butuh kita. Aku hanya butuh aku. Dirimu hanya butuh dirimu. Kalaupun butuh si penyemangat, maka itu adalah kita sendiri, atau orang-orang pilihan.

Semoga kita bisa segera keluar dari kungkungan kemalasan untuk berbuat. segera lepas dari ikatan negatif thinking. Dan segera bangkit, bergerak denga sejuta pangkat sejuta harapan positif. Salam damai dari Kandang. Yongss.
Read more

Senin, 20 Mei 2013

Ayo Disiplin, Hargai Waktu!

 
source : natroms.blogspot.com

Postingan ini repost dari salah satu cacatan di Facebook ku. Dengan beberapa perubahan.
 
Agustus, Tahun 2009
@Asrama Haji Balikpapan.


Seseorang mnyampaikan 1 wasiat saat kuliah subuh. 

"Jika qm ingin tau betapa berharganya waktu 1 tahun, tanyalah kepada siswa yang tinggal kelas.
Jika qm ingin tau betapa berharganya wktu 1 bulan, tanyalah kepada ibu yang hamil prematur, kemudian anaknya meninggal saat lahir.
Jika qm ingin tau betapa berharganya wktu 1 minggu, tanyalah kepada mahasiswa BUD IPB yang telat 1 minggu dari waktu kelulusan dan dihitung semester baru dengan biaya 9 juta.
Jika qm ingin tau betapa berharganya wktu 1 hari, tanyalah kepada org yang bekerja hari itu & hari itu langsung di gaji, tidak kerja maka tidak ada gaji.
Jika qm ingin tau betapa berharganya wktu 1 jam, tanyalah kepada karyawan yang dipecat karena terlambat 1 jam.
Jika qm ingin tau betapa berharganya wktu 1 menit, tanyalah kepada kakak yang terlambat naik kereta untuk pulang.
Jika qm ingin tau betapa berharganya wktu 1 detik, tanyalah orang yang selamat dari pesawat terbang yang meledak dan selamat karna ia terjun 1 detik lebih cepat.


So, budayakan ontime!
Jadikan disiplin sebagai gaya hidupmu.
Read more

Jumat, 17 Mei 2013

Pemimpin itu ..

Semua ini inspirasi...bukan cuma bawa wibawa namun Dekan Fapet tercinta-ku ini bawa semangat. Iya, semangat 45. Semangat anak muda..widiih, Beliau cerita masa lalu, konsep-konsep kepemimpinan, cerita kepemimpinannya masa lalu, tips-tips dan banyak lah..semua tentang organisasi. macam mana organisasi yang sehat, macam mana yang sakit. kalau mau tetap establish apa yang kudu pemimpin lakuin.

Organisasi itu kata beliau :
komunikasi, harus dilakuin poin penting ini. Organisasi sehat itu yang punya rantai komunikasi yang baik. karena salah satu penyebab ada masalah itu ya gara-gara komunikasi yang gak efektif.
leadership, organisasi butuh ini, butuh pemimpin yang sip. sip kyk apa? sip yang bisa mempengaruhi untuk pencapaian suatu tujuan tertentu, begitu beliau bilang.
menejemen konflik, ini sama pentingnya harus dimiliki organisasi. yaitu orang yang mampu menyelesaikan masalah. pasti adakan masalah apa aja, nah problem solver harus dimiliki. mutlak. itu kalau mau punya organisasi yang sehat.

itu aja sih yang paling penting..maksudnya penting untuk di share-kan. sisanya kapan kapan, mungkin di lain kesempatan.

that's it. n just do it for our organisasi.
Read more

Senin, 29 April 2013

Satu Moment Terindah D.Net

Sekarang bulan April akhir, artinya tinggal dua bulan tersisa semester enam akan usai. Dan tinggal dua belas bulan aku bisa dibilang mahasiswa. Setidaknya sampai aku memutuskan untuk menjadi mahasiswa pasca-sarjana atau tidak. Itu artinya juga, dua belas bulan lagi sisa waktuku untuk bersama mereka. Teman-teman tercinta, angkatan 47 jurusan nutrition and feed technology. Di Kampusku IPB ini, ada sistem perkuliahan TPB (Tingkat Persiapan Bersama) yang semuanya harus dilewati dengan sukses di semester 1 dan 2. Aku gak mengenal siapa teman jurusanku saat itu, dan memang kami baru saling mengenal sejak tingkat dua di awal semester 3.

Tapi tidak untukku blog, aku baru benar-benar mengenal mereka akhir semester lima. Bukan karena aku tidak bersama mereka selama ini, tapi karena aku yang terlanjur cinta dengan dunia-ku, aku punya keluarga yang ku pikir lebih dari cukup untuk membuatku tertawa seharian, ataupun sekedar mematikan lelah yang menggantung pundak.Sehingga menurutku mereka tidak lebih penting dari sekedar teman kelompok untuk meringankan tugas dosen dan lainnya.

Di akhir semester lima, akku baru benar-benar menjadi "bagian" mereka. Menakjubkan. Menyenangkan. Mereka lebih dari yang kubayangkan. Lebih respect dari yang kuduga. And more important, lebih bersahabat dari yang aku punya selama ini.

Tidak ada yang terlambat. Termasuk aku yang baru menyatakan bergabung di keluarga D.Net di akhir tahun kemarin. Memang jahatnya aku, aku datang karena pergi atas pelarian dari rumah 'dinas'ku. Tapi biarlah, tak masalah. Aku tak merasa bersalah sedikitpun saat pergi, tapi yang aku khawatirkan aku datang karena pelarian. membuatku merasa bersalah menyia-nyiakan D.Net sejak resmi menjadi mahasiswa peternakan. Resmi menjadi Ahooy mania.

Karena itu aku datang tidak sekedar datang, deklarasi kedatanganku sebagai calon ketua jurusan nutrisi. Mengikhlaskan sisa umurku sebagai mahasiswa untuk 'mengenal' dan mendekatkan diri dengan D.Net, tidak hanya D.net, tapi juga seluruh mahasiswa nutrisi. Terlepas aku berhasil atau tidak, aku hanya bergerak dengan menghasilkan 'sesuatu' untuk mereka. Sebisaku. Siasanya serahkan pada yang kuasa.

Jika nama itu penting (dan aku sangat sepakat nama itu penting, penting untuk diingat dan dikenang), D.Net adalah D (Simbol huruf Fakultas Peternakan di Kampus IPB), N (Nutrisi), e (Empat), t (Tujuh) maksunya kumpulan mahasiswa peternakan jurusan nutrisi pakan angkatan 47. Keren sekali untuk dikenang bukan? Mungkin 20 tahun lagi singkatan ini bisa jadi kuis saat kita semua tak sengaja bertemu di suatu tempat. Di tempat wisata liburan yang indah mungkin.

Dan inilah, satu moment terindah yang aku miliki bersama keluarga D.Net. Foto seusai menjuarai sepak bola di ajang Dekan Cup 2013. Kami sangat banyak agenda kebersamaan. Dan akan aku posting dilain kesempatan. Ini juga bukti aku 'diterima' disini. Punya posisi khusus di mata mereka. Walau mereka tak pernah lupa setahun terakhir aku sangat apatis dengan D.Net.hahaha. maafkan aku.
Memori ini akan mahal sekali, sangat mahal saat kita sudah berdiri di limit kesuksesan. Karena itu, tetap jaga komunikasi. Apapun itu yang kita lakukan selama ini, setiap kita telah memberikan pelajaran berharga untuk lainnya. So, tak ada yang sia-sia. Semua punya nilai bro. Salam hangat keluarga D.Net. Ahooooy!!!
@gymnasium IPB, 18 Maret 2013



Read more

Minggu, 28 April 2013

Bogor-Sukabumi, Jarak Terjauh Para Peneliti Puyuh

Minggu, 28 April 2013. Ini kali pertama aku datang ke Sukabumi. daerah yang bersebelahan dengan kota sarjanaku, Bogor. Pukul 06.00 pagi aku sudah membaca bismillah untuk memulai perjalanan ini. Aku punya motor, jupiter cw keluaran tahun 2011 warnanya biru hitam. Sejak dua tahun lalu jupiter ini selalu menemani kemana aku pergi, mungkin hanya satu dua tempat aku tidak bersamanya. Tapi kali ini dia sedang tidak fit, jadi aku rental motor untuk mengadakan perjalanan panjang ini.

Sukabumi adalah tempat aku melakukan penelitian. Penelitian tentang sejauh mana reaksi penggunaan tepung lidah buaya sebagai antibiotik untuk meningkatkan performa puyuh. Penelitian ini aku lakukan karena secara kebetulan proposal dari program kreativitas mahasiswa-ku lolos. Tidak sendirian, tapi berkelompok. Aku punya 4 partner lain. Penelitian ini memang bukan riset besar, ini hanya riset kecil-kecilan, riset sederhana yang memang hanya bisa dilakukan untuk mahasiswa standar strata satu. Dan memang, aku dan teman-teman se tim ku bukan satu-satunya yang beruntung. Tapi ada ribuan proposal yang juga di acc oleh DIKTI untuk diizinkan menjalankan proposal-proposal mereka.

Tapi aku punya mimpi lain dari penelitian ini, kau tahu kalau tidak banyak orang di Indonesia ini yang paham tentang farm? tentang dunia peternakan maksudku. Tapi sekatang ini, pengusaha peternakan semakin booming, investasi penggemukan unggas marak dimana-mana. namun ada satu hal yang tidak terlihat, pakar dari semua ini sedikit. Dan lebih sedikit lagi yang bisa dan mau untuk terjun mendalami dunia antibiotik.

Tim-ku membuat antibiotik alami, pengganti dari antibiotik sintetis yang sampai saat ini masih laris di Indonesia. Antibiotik ini dari tepung lidah buaya. Kami sudah menguji kualitas dan kandungan Aloe vera ini. Nilai plus-nya, antibiotik alami ini tidak meninggalkan residu ke ternak yang mengonsumsinya. Kalau antibiotik sintetis itu jelas akan meninggalkan residu ke ternak, entah itu mengumpul di hati, ataupun menyebar ke daging, walaupun kita tidak tau berapa kadar toleransinya, tapi aku pikir menggunakan yang herbal itu jelas lebih baik.

U know, Swiss dan Denmark sudah tahun-tahun lalu melarang penyebaran ternak yang menggunakan antibiotik sintetis, karena mereka takut kalau atibiotik itu malah masuk ke tubuh mereka lewat daging ternak yang mereka makan.

Besok-besok kita akan melihat lebih dalam lagi pengaruh dari penelitian tim puyuh-ku. Doakan kami sukses. Sukses melewati tahap pertama sebagai peneliti abal-abal, untuk menjadi peneliti profesional.
Doakan kami juga supaya selalu fit banget di setiap akhir pekan, karena setiap minggu juga kami harus menempuh Bogor-Sukabumi untuk memantau puyuh kami tercinta.

Protein hewani, cerdaskan bangsa.!!
Read more

Rabu, 24 April 2013

Cukup 45 dari Seratus

Empat puluh lima. Itu adalah nilai. Entah seberapa pentingnya makna angka yang diberikan setiap dosen untuk mahasiswa-nya. Setiap kita jelas akan memaknainya berbeda. Empat puluh lima. itu muncul di disamping kolom NIM D24100083. Ya, nim itu adalah nim ku, dan juga nilai itu. Empat puluh lima dari mata kuliah Ilmu dan Teknologi Reproduksi. Aku mengambilnya di daftar mata kuliah di awal semester kemarin. Cepat atau lambat aku akan dan harus mengambilnya. ITR adalah mata kuliah wajib, wajib untuk aku ambil. Jika aku gagal menyelesaikannya semester ini, maka aku harus mengambil lagi di semester berikutnya. Ah tidak, sepintaspun tidak pernah terpikirkan kalau aku harus mengulang.

Kita selalu punya banyak alasan untuk memaknai apapun, benar-benar mengerti atas kenapa-kenapa yang datang sebagai tamu kemarin, hari ini, dan mungkin lusa. Setelah tau jawabnya, maka tentu kita akan tau juga kapan akan berhenti sesal bahkan menangis.

Empat puluh lima. Itu jelek sekali. kalau saja angka itu kudapat ketika masih di sekolah dasar, jelas teman sekelas akan men-judge tanpa ampun bahwa aku bodoh. atau sama-sama bodoh. Karena nilai empat puluh lima jelas berkorelasi positif dengan makna negatif, misal malas, kurang belajar, meremehkan, less understanding and so on. Tapi tidak saat ini, empat puluh lima tidak ada yang peduli selain pemiliknya. 

Evaluasi mid semester atau pasca kuliah dalam tujuh pertemuan kemarin penyebab angka itu lahir. Aku punya kesempatan untuk memperbaiki pada last exam nanti sebelum poin kumulatif keluar. Tapi jelas, empat puluh lima adalah koreksi besar buatku.

Aku tidak cerdas kalau disejajarkan diseluruh mahasiswa nutrisi. Dan hanya ketekunan belajar yang bisa mengubah nasibku. Sayangnya satu-satunya amunisi itu tidak ku gunakan, belajar setengah-setengah dan bahkan tidur lebih cepat dibanding teman-temanku yang belajar suntuk semalaman, merangkum dan membuat map-map hapalan. Maka bagaimana mungkin aku bisa menjaga ipk tidak turun, mengambil transkrip semester dengak ip terbaik yang pernah kubuat.

Empat puluh lima adalah tamparan. Tamparan buat orang seberuntung aku, memperoleh beasiswa full study + biaya hidup. Aku hanya tinggal kuliah. Lapar makan, belajar dan belajar. Menyia-nyiakan kesempatan yang boleh jadi jika orang diluar sana yang menempati posisiku sekarang ini., akan bekerja lebih keras, akan belajar lebih keras, merangkum dan menghapal lebih banyak, memahami lebih dari yang diberikan dosen, menemukan literatur dan ilmu penunjang lebih luas dari yang aku lakukan, dan yang paling penting mendapatkan nilai dua kali lipat dari ku. Sembilan puluh.

Tapi Allah pasti punya tujuan lain dengan semua ini.
Baiklah, aku janji padamu Blog, akan belajar lebih baik dari kemarin. janji untuk memperbaiki empat puluh lima itu. dan jika ipk itu penting, aku janji akan mengoleksi nilai A yang banyak buatmu .Setidaknya, cukup untuk menyabet gelar mapres tahun depan, entah diposisi berapa.  

Read more

Jumat, 19 April 2013

Tidak Untuk Melupakanmu

Maaf ya Blog. Bukan maksud ku cuekin kamu sampai berminggu-minggu gini.
Jujur, banyak tempat yang aku selalu merasa berdosa setiap melewatinya. Kenapa, soalnya aku pernah janji akan buat satu page untuk tempat-tempat itu. Bukan cuma tempat blog, tapi juga orang. Aku malu karena sampai sore ini pun catatan-catatan itu belum terbuat.

Entah blog, aku punya semacam penyakit. Sakit yang aku derita ini sedikit kronis dan berbahaya. Mewabah dan menyerang. Sakit hati. Bukan gara-gara disakiti, bukan juga gara-gara TBC atau penyakit yang menyerang organ hati lainnya. Tapi gara-gara 'gersang'. Iya. aku merasa gersang segersang sphinx. Aku merasa butuh suntikan semangat dosis tinggi, butuh bermili liter cairan tubuh. habis dah.

itulah..
padahal aku tahu dengan memiliki mu aku punya satu kegiatan positif untuk terus menulis blog. sekalipun tulisan tak berkelas. sekalipun tulisan yang mirip karangan anak sd. setiap hari harusnya ada saja yang bisa aku ceritakan..
lewat kamu juga, setidaknya mimpi ngebuat buku kumplan tulisan blog juga akan tercapai. Sayang, semangat itu sedikit sedikit luntur.. aku malah sibuk kuliah dan himasiter.. maaf ya blog.

doain aku cepet lulus.
sekalipun ada badai gempa puting belliung lahar menggelegaar..aku pasti akan lulus mei 2014. Bahkan sebelum itu. Amiiin
Read more

Kamis, 28 Maret 2013

Bunuh Dia

Aku melangkah. Berjalan.
Keras. Meninggalkan jejak mencabut akar.
Aku bergerak. Menjauh.
Menghempas. Melepaskan pakaian bekas kemarin.
Aku datang. Baru.
Bertamu. Dengan jas putih milik bayi yang suci.

Besok, kalau suasana hati membaik. Aku pulang.
Menerimaku, atau menutup pintu.
that's your turn.
Read more

Rabu, 20 Februari 2013

19 Februari untuk Sahabatku

Presiden BEM STEI Yogja 2012-2013
Sahabatku, hari ini mengulang hari kelahirannya untuk kali kedua puluh. Setidaknya, untuk lima tahun terakhir dia amat penting buatku. Kami dipertemukan dalam satu atap sekolah, di SMA Muhammadiyah 2 Al-Mujahidin Balikpapan. Bukan, bukan cuma sekolahan. Namun juga dalam satu pondok pesantren, namanya juga sama seperti nama sekolah SMA. Pondok Pesantren Al-Mujahidin Balikpapan.

Aku mulai bersahabat sekitar akhir tahun 2008, walau aku sudah mengenalnya sejak pertengahan 2007 saat kami sama-sama baru menjadi siswa baru SMA M-2 Al-Mujahidin. Hanya saja kami saling mengenal setelah lolos masuk ke jurusan IPA bersama 25 siswa-siswi lainnya. Dulu, untuk masuk ke jurusan IPA di sekolahku memang harus memalui tahap seleksi.

Sebelum dia punya satu ruang penting dalam ungotgetable person dihidupku, aku hanya mengenal dia sebatas anak pendiam yang suka menulis puisi. Menyendiri untuk menemui inspirasi-inspirasinya, dan hanya 'terlihat' saat hari minggu dimana pondok ku ada jadwal latihan rutin badminton, dia jago sekali bermain badminton. Setidaknya, menjadi tim inti pemain badminton Pon-pes Al-Mujahidin untuk mengikuti kejuaraan pospeda bukan sesuatu yang sulit. Sekarang pun, aku sedikit bisa bermain badminton juga karena dia, karena sahabatku itu.

Sangat banyak moment yang kami habiskam bersama. Dia adalah partner terbaik saat kontingen pramuka Mujahidin mengikuti berbagai perlombaan satuan pramuka. Kami harus jalan kaki belasan kilo dengan beban di pundak dengan menyelesaikan beberapa masalah. Aura kepemimipnannya begitu terlihat sekalipun diposisi anggota. Problem solver yang juga punya pikiran yang bagus.

Aku pernah mengadakan satu acara perkemahan pondok pesantren, dan cukup bersamanya semua hal tersulit akan terlewati, Dia tak akan istirahat sebelum semua masalah selesai, setelah memasang lampu di pepohonan, atau tidak akan istirahat sebelum memastikan medan jerit malam sudah benar-benar fix.

Loyalitasnya tinggi dengan integritas yang tinggi pula. Bukan sekedar memuji, pikiran-pikiran strategis dan tindakan taktis yang selalu terlihat dalam setiap perilakunya adalah benar adanya. Aku beruntung bisa mengenalnya dan sekaligus menjadi sahabatnya. Bukan hanya aku, satu lagi yang juga mengisi kekompakan genk sahabat yaitu Fachruddin (Tompel). Kami adalah tiga sahabat, yang terbangun atas kesadaran cinta persaudaraan yang saling menjaga dan menguatkan impian yang dibangun bersama. Kami ingin pergi ke timur tengah dan membangun bantuan sosial untuk siapa saja yang membutuhkan.

Dia sama sepertiku, mahasiswa. Tali toganya bergeser dibawah almamater Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Yogyakarta (STEI). Kau tau blog, saat aku menuliskan tulisan ini untuknya, dia adalah Presiden BEM STEI Yogya. Aku tak heran, juga Fahruddin. Memang leadershipnya jago sehingga menjadi orang nomor satu STEI adalah sesuatu yang sangat mungkin.

Hari ini dia sedang berulang tahun. Ulang tahun yang ke-20. Dia termuda dari kami bertiga. Semoga perjalananmu akan semakin cerah, langkah yang semakin dikuatkan, kepalan tangan yang semakin dikeraskan, hati yang semakin dilembutkan, dan impian yang semakin digigit untuk diwujudkan bersama aku dan Fahruddin. Proud to U Wahyu Hadi Wibowo .

@ Tanjung Samboja

Suatu saat, kita akan berdiri bertiga diatas salah satu gunung di Indonesia. Dan kembali mengencangkan tali pinggang untuk bergerak bersama, dan membangun bangsa Indoseia. We love U. We Love WUI.

Sebagian orang mungkin mencela mimpi dan cita yang kita bangun, bahkan malah tertawa geli melilat kami bertiga bersatu untuk suatu hal bodoh. Tapi percayalah, tak ada yang sia-sia atas semua hal yang dikerjakan.

c u .
di Lapangan Masjid Istiqomah Balikpapan
Wahyu, Udin, Ikhwan

Read more

Jumat, 15 Februari 2013

Woodball is Unique Sport Game

Berpose di Gate 2 ,haha
Kau tau woodball? Woodball itu permainan olahraga. Aku juga tidak tahu sama sekali, sebelum aku kebetulan bisa main permainan itu. Memang tidak familiar kan, kalau begitu sini akku kasih tau sedikit yang aku tahu. ^^

Tanggal 23 Januari 2013 aku sempat memainkan peermainan ini. Woodball mempunyai 4 faktor penting untuk bisa dimainkan.
Pertama, player. Minimal satu orang dan maksimal sesuai dengan kapasitas lapangan yang ada. Standarnya 4 orang untuk satu gate.
Dua, Mallet. Stick atau alat pemukul terbuat dari kayu, di bagian pemukul di desain seperi botol, bagian ujung di beri karet.
Tiga, Gate. yaitu sasaran finish bola. Standart permainan adalah 24 gate yang dimainkan sebanyak dua putaran.
Empat, Ball. yaitu bola kayu yang memiliki diameter 95 mm dan berat 60 gram.

Cara bermainnya sama seperti bermain golf ^^
Setiap gate mempunyai tingkat kesulitan yang berbeda dan mempunyai batas hit yang berbeda juga. Semakin sulit gate, maka kesempatan hit akan semakin banyak.

Seruu sekali. Oh iya, sewaktu internship program di Arau, aku mengikuti pertandingan woodball ini, Dapat juara 4 hehe. Pemenang biasanya ada 6 Winner.

Pemenang ditentukan dari player yang paling sedikit akumulasi hit-nya dari seluruh gate yang diperlombakan.

Penjelas cara bermain woodball

Lihat-lihat kaleidoskop
Alhidayat, Juara 3 woodball championship
Action pasca pertandingan
Pengumuman juara
Alhidayat (Juara 3) dan Ikhwan (Juara 4)
Ikhwan IPB Juara 4, Frandy Unila Juara 6, Alhidayat IPB Juara 3, Juara 1, 2, dan 5 direbut pemain UiTM Malaysia.

Read more

Social Profiles

Facebook

Translate

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified